"Kalau bisa titip pesan untuk Tuhan, sampaikan sama Presiden, bukakan hatinya agar dia tahu bahwa tanam pohon bukan hanya sawit yang ada daunnya saja. Bencana ini peringatan dari Allah, kerusakan alam bertubi-tubi akibat keserakahan manusia bikin semua celaka," komentar salah satu netizen.
"Gegara hutan gundul, Gajah banyak yang mati, populasinya tinggal sedikit karena kerusakan manusia. Pecat Menteri Kehutanan dan pejabat yang tak berperi kemanusiaan, bisa-bisanya truk pengangkut kayu masih terus beroperasi saat masih berduka," imbuh netizen lainnya.
"Paham banget apa yang ditulis Kak Melanie, sedih banget. Bukannya kami tak peduli dengan manusia, tapi juga kepedulian kita pada hewan dan habitat satwa yang harus disuarakan karena mereka tak bisa membela diri dan bersuara atas diri mereka sendiri. Menjaga alam ini jadi tugas kita yang bakal jadi penentu masa depan manusia juga," timpal netizen lainnya.
Pesan Melanie Subono menjadi pengingat pahit bahwa bencana ini bukan hanya tragedi alam, tetapi juga tragedi lingkungan yang sudah lama diperingatkan para aktivis.
Reboisasi terus digalakkan, namun tak sedikit aktvitas penebangan pohon untuk pembukaan lahan yang makin membuat hutan kian minim jumlahnya.
Ketika hutan terus ditebang tanpa ada upaya pemulihan alam, bukan hanya manusia tetapi juga satwa liar tak berdosa yang pada akhirnya merasakan dampaknya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Kisruh Konflik Lahan di Taman Nasional Tesso Nilo, Kapolda Riau Tegas Bersuara Bela Hak Gajah, Tokoh Adat Ikut Dukung Penertiban Kawasan Hutan TNTN
4 Fakta TN Tesso Nilo di Riau, Kawasan Konservasi Gajah yang Tergerus Sawit, Ternyata Habitat Potensial Harimau Sumatera!
Perjalanan Ajaib di Hutan Sumatera: Chris Thorogood Temukan Rafflesia hasseltii, Bunga Paling Langka di Dunia
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Sumatera Utara, Jalur Darat Lumpuh dan BNPB Targetkan Pembukaan Akses dalam 1–2 Hari
Penggudulan Hutan di Sumatera Melonjak Tinggi Tahun 2024, Ratusan Ribu Hektar Hujan Primer Basah Hilang
Laporan BNPB Hari ke-4 Bencana Sumatera Utara: Kondisi Kota-Kota Terdampak, Fakta Akses Terputus, dan Upaya Menembus Longsoran Panjang