SketsaNusantara.id - Melanie Subono sampaikan pesan menyentuh menyoroti Gajah Sumatera yang ikut jadi korban terdampak bencana besar di Aceh.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara (Sumut) hingga Sumatera Barat (Sumbar) sejak 25 November 2025 masih meninggalkan duka mendalam.
Di media sosial, ribuan video memperlihatkan dahsyatnya arus banjir yang menyeret rumah warga, merusak infrastuktur dan meluluhlantakkan sejumlah wilayah di puluhan kabupaten dalam hitungan detik.
Hingga kini, dikabarkan lebih dari 300 warga dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan lainnya masih hilang terbawa arus.
Banjir bandang dan tanah longsor juga menyebabkan jaringan listrik padam, komunikasi lumpuh, serta akses jalan darat terputus sehingga menyulitkan distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat di sejumlah daerah, mengingat banyak desa yang hancur total. Tak sedikit warga terisolasi dan hingga kini masih belum mendapat bantuan.
Bukan hanya manusia, satwa liar di kawasan hutan Sumatera turut menjadi korban yang terdampak bencana. Salah satu pemandangan paling memilukan adalah penemuan jasad Gajah Sumatera yang mati tertimbun gelondongan kayu di antara sisa banjir bandang.
Dalam foto yang beredar di media sosial, tampak tubuh besar sang gajah terlihat tak berdaya, terhimpit di antara bongkahan kayu yang diduga hasil ilegal logging atau penebangan liar yang terbawa arus banjir.
Foto tersebut viral memicu gelombang keprihatinan publik, hingga mendapat sorotan tajam dari Melanie Subono. Melalui akun Instagram pribadinya, artis sekaligus aktivis lingkungan dan pecinta hewan itu mengunggah ulang foto gajah mati dan menuliskan pesan emosional yang menyayat hati.
"Nak, udah ketemu Tuhan? Ceritain aja semua nak yang kejadian sama kamu," tulisnya melalui akun Instagram @melaniesubono sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id pada hari Minggu, 30 November 2025.
Dalam tulisannya, Melanie seolah berbicara langsung kepada sang gajah, menggambarkan kemungkinan hewan itu panik dan ketakutan saat terseret banjir ke wilayah yang bahkan bukan habitatnya.
"Di tempat kamu ditemuin bukan area gajah, orang sekitar sana nggak pernah ketemu gajah. Kamu pasti bingung, panik, kepisah dari rombongan kamu ya?" ujarnya.
Artikel Terkait
Kisruh Konflik Lahan di Taman Nasional Tesso Nilo, Kapolda Riau Tegas Bersuara Bela Hak Gajah, Tokoh Adat Ikut Dukung Penertiban Kawasan Hutan TNTN
4 Fakta TN Tesso Nilo di Riau, Kawasan Konservasi Gajah yang Tergerus Sawit, Ternyata Habitat Potensial Harimau Sumatera!
Perjalanan Ajaib di Hutan Sumatera: Chris Thorogood Temukan Rafflesia hasseltii, Bunga Paling Langka di Dunia
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Sumatera Utara, Jalur Darat Lumpuh dan BNPB Targetkan Pembukaan Akses dalam 1–2 Hari
Penggudulan Hutan di Sumatera Melonjak Tinggi Tahun 2024, Ratusan Ribu Hektar Hujan Primer Basah Hilang
Laporan BNPB Hari ke-4 Bencana Sumatera Utara: Kondisi Kota-Kota Terdampak, Fakta Akses Terputus, dan Upaya Menembus Longsoran Panjang