Dari hasil pemeriksaan mekanik diambil kesimpulan bahwa motor alami kerusakan pada sistem pengapian dimana busi cepat mati dan percikan api yang tidak stabil.
Gejala ini diduga akibat bahan bakar tidak murni atau bercampur zat lain, dan indikasinya ada pada pertalite yang digunakan warga sehingga untuk saat ini di Surabaya dan sekitarnya dianjurkan bengkel untuk beralih sementara ke Pertamax yang dinilai aman.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Heboh Semburan Gas Misterius Muncul Sungai Kebon Agung Rungkut Surabaya, Pakar Geologi ITS Sebut Fenomena Ini Bukan Aktivitas Alam, Apa Penyebabnya?
Festival Film Santri Hadir Perdana di Surabaya, Angkat Tema 'Iqra' untuk Baca Zaman, Rayakan Keislaman Lewat Bahasa Sinema
Tok! Biaya Haji 2026 Turun Menjadi Rp 87,4 Juta per Jemaah, Ini Rincian dan Komponen yang Ditanggung Langsung Oleh Jemaah
Kemenag Temukan 80 Pondok Pesantren dengan Struktur dan Kondisi Bangunan yang 'Menghawatirkan'
Guru PPKN Pimpin Demo Siswa, Tolak Pelantikan Ulang Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 3 Jember, Ini Alasannya
Dimas Kanjeng Kasus Apa? Bebas Bersyarat 6 Bulan, Padepokannya di Probolinggo Kembali Ramai hingga Disorot