SketsaNusantara.id - Nama sekolah ini unik, Mbah Bolong. Baik untuk jenjang SMP maupun SMK. Semuanya berada dalam satu lokasi dan di bawah naungan satu yayasan.
Nama Mbah Bolong adalah julukan KH Nur Hadi, pengasuh Pondok Pesantren Falahul Muhibbin. Maklum saja, kedua sekolah berada di area pesantren di Desa Watugaluh Kecamatan Diwek, Jombang ini.
Nama Mbah Bolong sudah terkenal sebagai dai kondang di daerah Kabupaten Jombang dan sekitarnya. Bahkan hingga ke luar Pulau Jawa. Terutama di Sumatera dan Kalimantan.
Baca Juga: Isu Dapur Fiktif di Balik Anggaran MBG Rp99 Triliun, Menkeu Purbaya Tegaskan Evaluasi
Selain menjadi pengasuh pesantren, juga menjadi Mustasyar PCNU Jombang. Alumni Pesantren Tambakberas ini juga tercatat menjadi Rais Syuriah MWCNU Diwek.
SMP dan SMK Mbah Bolong sekarang tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang unik. Berbasis pesantren, kedua sekolah ini tidak hanya membekali santri dengan kemampuan akademik. Tetapi juga tradisi keilmuan Islam sekaligus keterampilan modern.
Sejak berdiri pada 2013 untuk jenjang SMP dan 2018 untuk SMK, Mbah Bolong menekankan pembelajaran di sekolah agar selaras dengan pembelajaran di pondok. Termasuk pembelajaran membaca al-Qur’an dengan metode Yanbu’a.
Santri SMP belajar dari jilid 1 hingga 4. Sedangkan murid SMK belajar mulai jilid 5 sampai jilid 7.
Program tersebut dikembangkan dengan pemantauan langsung dari Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY) Tambakberas asuhan KH M Yahya Husnan Al-Hafidz. “Dengan dipantau langsung oleh LMY, kualitas pengajaran guru-guru Al-Qur’an kami dapat tetap sesuai dengan kaidah Yanbu’a”, ungkap M Agung Irawan, kepala SMK Mbah Bolong.
Tidak hanya pembelajaran bin nadhar, lanjutnya, pihak yayasan juga memiliki program bil ghoib—hafalan Al-Qur’an 30 juz.
SMP dan SMK Mbah Bolong juga tetap menjaga tradisi mengaji kitab kuning. Siswa SMP dikenalkan pada kitab Taqrib sambil belajar menulis pego. Sementara siswa SMK melangkah ke kitab Fathul Qorib gundul.
Baca Juga: LP Ma'arif di Lumajang Harapkan Guru NU Makin Kompeten Saat Mengajar
Program menulis pego membuat siswa terlatih menulis teks Arab tanpa harakat. Ini merupakan keterampilan khas pesantren yang membentuk kemandirian intelektual.
Artikel Terkait
Ribuan Orang Padati Halaman SMK Mbah Bolong Jombang
Kendarai 63 Bis, 4.000 Jamaah Serban Pimpinan Mbah Bolong Jombang Sowan Gus Iqdam
Dua Siswa SMK Islam Mbah Bolong Jombang Raih Prestasi Nasional Melalui Ajang ONPMI