Minggu, 19 Juli 2026

Ribuan Orang Padati Halaman SMK Mbah Bolong Jombang

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Senin, 21 April 2025 | 17:00 WIB
Ribuan jamaah pengajian rutin ahad pahing tampak memadati halaman SMK yang dikelola KH Nur Hadi atau yang akrab disapa Mbah Bolong. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)
Ribuan jamaah pengajian rutin ahad pahing tampak memadati halaman SMK yang dikelola KH Nur Hadi atau yang akrab disapa Mbah Bolong. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

SketsaNusantara.id - Pembukaan kembali rutinan pengajian Ahad Pahing digelar di Pesantren Falahul Muhibbin Watugaluh, Minggu 20 April 2025. Acara dihadiri ribuan jamaah. Digelar di halaman SMK Mbah Bolong.

Pesantren ini diasuh KH Nur Hadi yang akrab disapa Mbah Bolong. Selain menjadi Mustasyar PCNU Jombang, kiai muda ini juga Rais Syuriah MWCNU Diwek.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan shalawatan oleh para santri. Dilanjut dengan shalat Dhuha yang diimami langsung oleh Mbah Bolong. Kegiatan ditutup dengan sesi mauidzah hasanah.

Mbah Bolong merasa bersyukur rutinan pengajian Ahad Pahing sudah diaktifkan kembali. "Kali ini yang akan memberikan mauidzah hasanah KH Zainal Arifin dari Malang," ujarnya.

Baca Juga: Pesan Mbah Bolong: Puasa Ramadhan Mengantar Umat ke Level Makrifat, Bukan Sekadar Ibadah 

Saat memberikan mauidzah hasanah, KH Zainal Arifin menceritakan sosok orang muslim yang lulus dari bulan Ramadhan. "Dia akan lebih senang bersedekah," ujar pengasuh Pesantren Waqi'ah Indonesia ini.

Orang yang berhasil di bulan Ramadhan, lanjutnya, akan mudah mengendalikan hawa nafsunya. "Sehingga dia tidak akan mudah marah," ujarnya. 

Dirinya memberikan trik agar menjadi santri dan murid yang berhasil. "Dirangkum dalam satu kata, yaitu SATE," jelasnya.

Baca Juga: Hujan Deras Tak Surutkan MWCNU Diwek Laksanakan Kirab Hari Santri Jalan Kaki ke Ponpes Tebuireng

Istilah SATE singkatan dari sregep (rajin), ajeg (istikomah), tlaten (teliti) dan enteng'an (dermawan). "Keempatnya harus dilaksanakan secara terus menerus," ujarnya.

la juga berpesan para jamaah untuk tidak mencari-cari kesalahan orang lain. "Tapi carilah kesamaannya, karena kita semiua pasti punya salah, sehingga harus mudah memaafkan," pungkasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X