Minggu, 19 Juli 2026

LP Ma'arif di Lumajang Harapkan Guru NU Makin Kompeten Saat Mengajar

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 27 September 2025 | 19:45 WIB
Pengurus LP Ma'arif Kecamatan Senduro, Lumajang saat kegiatan rutin pengajian. (SketsaNusantara.id)
Pengurus LP Ma'arif Kecamatan Senduro, Lumajang saat kegiatan rutin pengajian. (SketsaNusantara.id)

 

SketsaNusantara.id - Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Kecamatan Senduro, Lumajang menggelar pengajian kitab Adabul Alim wal Muta'allim, Sabtu 27 September 2025. Kitab tentang pendidikan ini ditulis Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari, pendiri organisasi NU.

Bertempat di Gedung NU Center Senduro, kegiatan rutin ini diikuti sedikitnya 40 peserta. Mereka adalah para anggota LP Ma'arif Senduro.

Rangkaian acara dibuka dengan tawassul pembacaan shalawat nabi. Dilanjutkan dengan pembacaan doa khatmil Qur'an.

Baca Juga: Ucapan Prabowo Disinggung Netanyahu di PBB, Delegasi Tinggalkan Aula, Protes Gaza Menggema di New York

Ketua LP Ma'arif Senduro Qit Firul Aziz menyampaikan bahwa rutinan ini digelar agar para guru NU menambah wawasan. "Termasuk guru NU bisa menjadi guru yang mengikuti dan menjalankan materi sebagimana kitab yang dikaji ini," ujarnya.

Layanan LP Ma'arif, lanjutnya, semakin hari semakin baik. "Semua gratis termasuk SK dan pelatihan pelatihan dari Ma'arif PCNU Lumajang," imbuhnya.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Senduro lmron Jalil menegaskan agar acara ini terus dilestarikan. "Sebagai bentuk penghargaan kepada para pendiri madrasah yang telah ikut NU sejak awal," ujarnya.

Baca Juga: Jejak Prajurit Legendaris Kraton Yogyakarta yang Tak Terkalahkan dan Kini Jadi Nama Kampung Wisata, Punya Senjata Khas Trisula dan Klebet Hitam

Dia juga berharap agar rutinan juga sebagai wahana guru menambah ilmu baru. "Untuk diamalkan kepada para muridnya," katanya.

Saat menyampaikan materi kitab, Rais Syuriah MWCNU Senduro KH Khoirul Huda menyampaikan guru harus bisa memilih materi. "Ajarkan dulu materi yang paling penting dari yang penting," ujarnya.

Guru, lanjutnya, saat mengajar jangan terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. "Juga harus ada variasi mengaji, jangan monoton," pesannya.

Baca Juga: 6 Fakta Mengejutkan yang Mengungkap Sisi Lain Film G30S PKI, Legenda Sinema yang Sarat Kontroversi

Cara mengajar yang baik, imbuhnya, guru tidak perlu teriak-teriak. "Tapi juga jangan terlalu pelan, sedang saja sesuai kebutuhan," pesannya.

Guru olehnya juga diharapkan saay menjelaskan sebuah masalah, dijelaskan secara pelan dan jelas. "Jadi biar mudah dipahami, kadang dijelaskan diulang sampai tiga kali," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X