Minggu, 19 Juli 2026

Gus Yahya Ungkap Warisan Berharga KH Ali Maksum: Haul ke-36 Mengenang Sosok Guru NU Legendaris

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 11 November 2024 | 06:00 WIB
Haul ke-36 Mbah Ali Maksum Krapyak, Gus Yahya menuturkan kisah perjuangan sang kyai. (NU.or.id)
Haul ke-36 Mbah Ali Maksum Krapyak, Gus Yahya menuturkan kisah perjuangan sang kyai. (NU.or.id)

SketsaNusantara.id - Haul ke-36 KH Ali Maksum, sosok pendiri dan tokoh utama Pondok Pesantren Krapyak, menjadi momen berharga bagi para santrinya.

Dalam acara Temu Alumni yang bertajuk "Mengenang Mbah Ali dalam Perjuangan NU", para alumni Krapyak dari berbagai generasi berkumpul di Panggung Krapyak, Sewon, Bantul, Yogyakarta, pada Sabtu 9 November 2024.

Mereka datang untuk mengenang sosok Mbah Ali yang meletakkan fondasi kuat bagi pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

Baca Juga: Ijazah Amalan Supaya Kaya dari KH Ali Maksum Krapyak Dibaca 1000 Kali, Bekerja Harus Lupa Baca Wirid Jangan ya Dek ya

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), hadir dan memberikan sambutan.

Di hadapan para alumni, Gus Yahya menuturkan perjuangan dan pengabdian Mbah Ali ketika memulai langkahnya di Krapyak.

Kehadiran Mbah Ali di Yogyakarta tidak serta-merta diterima oleh masyarakat.

Baca Juga: Profil Kyai Ali Maksum, Terkenal Karena 4 Hal Ini: Kemampuannya Tidak Dimiliki oleh Ulama Lain

Saat pertama kali tiba dari Lasem, Rembang, tidak ada yang bersedia untuk belajar atau mengaji kepadanya.

Namun, ketulusan dan kesabaran menjadi kunci kesuksesan Mbah Ali. Suatu ketika, ia melihat anak-anak kecil bermain di depan rumahnya.

Dengan sabar, Mbah Ali memanggil anak-anak tersebut dan memberi mereka jajanan.

Baca Juga: Ajaib! Amalan Bisa Membeli Tanah Secara Cash, Ijazah Kyai Ali Maksum Krapyak

"Sampai di suatu waktu ketika Mbah Ali sedang duduk di rumahnya dan melihat anak-anak kecil bermain di depan rumahnya, kemudian dipanggil anak-anak kecil itu dan beri jajanan," kata Gus Yahya, dikutip SketsaNusantara.id dari NU.or.id.

Tindakan sederhana ini mencerminkan kearifan lokal dan pendekatan ramah yang dijadikan Mbah Ali sebagai metode awal untuk mengajak mereka belajar mengaji.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: nu.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X