Dikonfirmasi terpisah, Kepala Balai Bahasa Jawa Timur Puji Retno Hardiningyas menerangkan bahasa Indonesia ini harus dilestarikan dan disebar luaskan.
"Apalagi dulu ada sekolah Internasonal yang menggunakan bahasa asing, tetapi sekarang sekolah seperti itu tidak standar internasional lagi," sambungnya.
"Jadi sekarang sekolah ini bisa mengelaborasikan itu semua mulai menggunakan bahasa Indonesia, hingga penggunaan bahasan asing," katanya.
Ia mengungkapkan, perlu ada kolaborasi antar lembaga baik dari pemerintah pusat dan daerah, untuk mengutamakan bahasa Indonesia.
Baca Juga: Pemkab Jember Luncurkan Desk Pelayanan Pekerja Migran Indonesia
"Kita akan sosialisasikan agar mengutamakan bahasa Indonesia dengan tidak mengesampingkan bahasa asing," ungkapnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Terobosan Baru! Pemkab Jember Siapkan Layanan Home Care, Bupati Gus Fawait: Masyarakat dengan Penyakit Kronis dan Disabilitas Jadi Prioritas
Terbanyak di Jatim, Pemkab Jember Usulkan 3378 non-ASN Jadi PPPK Paruh Waktu
Hibah 47 Hektar Aset Pemkab Jember ke Polda Jatim, Pansus DPRD Jember: Ini Peluang Pertumbuhan Ekonomi
Pemkab Jember Kenalkan Si Petri, Maskot Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Provinsi Jawa Timur di Jember
Pemkab Jember Bakal Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis, Pemberian Kaki palsu, hingga Daftarkan BPJS Ketenagakerjaan bagi Ojol
Pemkab Jember Luncurkan Desk Pelayanan Pekerja Migran Indonesia
Salurkan Bantuan Kaki Palsu dan Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis, Pemkab Jember Komitmen Berikan Layanan Kesehatan Prima
Pemkab Jember Kembali Gelar Hyang Argopuro Festival IX di Desa Wisata Adat Arjasa, Usung Tema Mawar, Kenongo dan Kanthil
Pemkab Jember Mulai Salurkan Bantuan Honorarium ke Puluhan Ribu Guru Ngaji
Mengaku Lebih Mudah, Guru Ngaji Penerima Honorarium Berikan Apresiasi ke Pemkab Jember