Sabtu, 18 Juli 2026

Terlilit Utang saat Istri Hamil Besar, Seorang Pria di Makassar Nekat Curi Pisang Senilai Rp300 Ribu, Ending-nya di Luar Dugaan

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Jumat, 22 Agustus 2025 | 19:30 WIB
Ilustrasi seorang pria di Makassar yang curi pisang (Freepik/rawpixel)
Ilustrasi seorang pria di Makassar yang curi pisang (Freepik/rawpixel)

Keputusan tersebut disambut haru oleh semua pihak yang hadir. Proses perdamaian berlangsung penuh kehangatan, menjadikan momen tersebut lebih dari sekadar penyelesaian hukum, melainkan pembelajaran sosial.

Baca Juga: Kisah Syamsuardi, Mantan Pelaut yang Kini Bantu Petani Gowa Lewat AgenBRILink Podomoro Jaya

Kapolsek Barombong yang turut hadir menegaskan bahwa keputusan Restorative Justice ini bukan berarti membenarkan pencurian, namun menjadi jalan tengah untuk menjaga harmoni sosial.

“Pertimbangannya, ini baru pertama kali dilakukan, motifnya karena kebutuhan ekonomi, dan korban sudah memaafkan dengan jiwa yang besar,” ujar MAS, salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam proses mediasi tersebut.

Restorative Justice atau keadilan restoratif menjadi pendekatan yang menekankan penyelesaian kasus secara damai, dengan tujuan memberikan efek jera kepada pelaku tanpa mengorbankan nilai kemanusiaan.

Erlangga, yang istrinya tengah hamil dan memiliki utang menumpuk, dianggap layak mendapatkan kesempatan kedua.

Pihak kepolisian juga menunjukkan empati dalam kasus ini dengan memberikan bantuan berupa uang dan sembako, baik kepada korban maupun pelaku.  

Baca Juga: Ngeri! Detik-Detik Mobil Pickap Terguling Akibat Sopir Ugal-Ugalan saat Membawa Rombongan Ibu dan Anak di Gowa Sulsel, Begini Kondisi Korban

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bachtiar, menyampaikan bahwa langkah hukum ditempuh sesuai dengan ketentuan yang berlaku, namun tetap memperhatikan sisi kemanusiaan.

 “Kerugian yang ditaksir sekitar Rp300 ribu sudah dipulihkan. Proses ini juga disaksikan aparat desa, keluarga, dan unsur pemerintah sehingga ada pengawasan sosial,” tegas Bachtiar.

Kasus ini menjadi refleksi bahwa persoalan ekonomi bisa mendorong seseorang melakukan hal-hal yang tidak seharusnya.

Namun, di sisi lain, peristiwa ini juga memperlihatkan bagaimana nilai empati dan solidaritas masih terjaga di tengah masyarakat.

Rustam yang memilih memaafkan, aparat yang menengahi, serta bantuan sosial yang diberikan, semuanya menjadi cerminan bahwa penyelesaian dengan hati nurani bisa menjadi solusi.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Instagram @nyinyir.update.official

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X