Namun, ayah Badrus kembali merasakan kejanggalan setelah disuruh pihak sekolah menandatangani dokumen dan tidak boleh mendokumentasikan melalui ponsel miliknya.
"Tidak ada dokumen resmi yang bisa saya terima, bahkan surat hasil penyidikan pun tidak ada. Setelah Satpolairud Polresta Pati menyatakan tidak ada tindak pidana, pihak sekolah menyuruh saya menandatangani surat pernyataan yang isinya tidak akan menuntut apa pun baik perdata maupun pidana," ungkap Mulyadi, ayah Badrus.
Baca Juga: Menelisik Implementasi Kabupaten Layak Anak di Sumenep: Ketika Komitmen Pemerintah Dipertanyakan
"Tapi, ketika saya meminta dokumen salinannya tidak diperbolehkan oleh Kepala Sekolah. Maksud saya itu, surat ini mau saya foto kemudian ditunjukkan ke Kepala Desa, sekalian untuk diteliti karena saya sendiri buta wawasan akan hal ini. Namun, karena dilarang Kepala Sekolah, akhirnya saya cuma bisa pasrah tandatangani surat itu dengan berat hati," sambungnya.
Tak ingin hanya menunggu dan merasa diabaikan, Nur Hasanah dan Mulyadi akhirnya memutuskan untuk melakukab pencarian mandiri.
Perjuangan kedua orang tua Badrus Sholeh ini terekam kamera dan videonya yang diunggah di Instagram, seketika ramai mencuri perhatian publik.
Baca Juga: Mayat Pria di Jember Ditemukan di Sungai, Ternyata Korban Laka Diduga dalam Pengaruh Alkohol
"Mohon bantu doanya karena orang tua Badrus sedang berjuang mencari anaknya di tengah lautan. Mereka cuma ingin titik terang mencari Badrus yang menghilang sejak 18 Mei 2025 saat mengikuti PKL di Masalembu Sumenep,” tulis akun Instagram @jember24jam_.
Akun tersebut mengunggah video kedua orang tua Badrus saat berlayar dari Jember menuju Sumenep pada hari Senin, 30 Juni 2025.
Dalam video itu terlihat keduanya duduk di atas perahu kecil, diterpa angin laut, memandang hamparan air dengan penuh harap.
Dengan bekal seadanya dan perahu nelayan sederhana, Nur Hasanah dan Mulyadi rencananya akan menyusuri perairan Masalembu, mencoba menemukan jejak sang anak yang sudah 45 hari menghilang tanpa kabar.
Salah satu warganet di X (dulu Twitter) juga ikut mengabarkan kondisi orang tua Badrus yang kini berada di Desa Brakas, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep.
"Saat ini keluarga Badrus Sholeh sudah berada di Sumenep dan melakukan pencarian mandiri, rencananya mau menyisir semua pulau-pulau kecil di Masalembu," ungkap akun X @PakJITU.
Postingan tersebut menyita perhatian publik yang ikut mempertanyakan tanggung jawab pihak sekolah. Warganet juga berharap pemerintah ikut turun tangan mengusut tuntas kasus ini karena ada banyak kejanggalan dan jangan sampai ada kejadian serupa terulang lagi di kemudian hari.
Artikel Terkait
Duh! 4 Pria di Sukolilo Pati Jadi Korban Main Hakim Sendiri, Disangka Maling Padahal Mau Lacak Mobil Rental
Terekam Detik-Detik 2 Remaja Putri Hilang saat Berenang di Air Terjun Jami Maros Sulsel, Tim SAR Lakukan Pencarian, Begini Kondisinya...
5 Hari Hilang, Lansia di Jember Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Sawah
Eks Menteri Kelautan Susi Pudjianti Kecam Aksi Battle Sound Horeg di Pesisir Pasuruan, Netizen: Tolong Ditenggelamkan Bu!
Hati-Hati Jemaah Haji! Kasus Paspor Hilang Masih Terjadi di Jeddah, Ini Imbauan Penting dari Petugas di Bandara