Namun, dalam surat keterangan berdasarkan hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang dikeluarkan pihak sekolah, tertulis bahwa tidak ada unsur pidana berupa kekerasan atau penganiayaan seperti bullying yang dituduhkan orang tua Badrus.
Pihak keluarga Badrus hanya bisa pasrah, meski rasa cemas dan curiga terus menyelimuti kedua orang tua Badrus karena tak ada kejelasan apakah anaknya masih hidup atau sudah tiada.
"Kami ikhlas. Kalau memang anak saya sudah meninggal, di mana jasadnya. Kalau anak saya ternyata masih hidup, di mana dia sekarang?" ucap Nur Hasanah.
Ibunda Badrus itu sedari awal sudah merasakan ada banyak kejanggalan setelah putranya menghilang.
"Sampai sekarang belum ada kejelasan, banyak kejanggalan yang kami rasakan dari hilangnya anak kami," tuturnya.
Tak hanya Nur Hasanah, Mulyadi, ayah kandung Badrus juga merasa ada banyak hal yang disembunyikan dalam kasus ini.
Ia merasa janggal jika putranya terjatuh tapi tak ada yang mengetahui, mengingat kondisi di laut dan ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi.
Baca Juga: Pemprov Jatim Sediakan Beasiswa Sebanyak 72.841 untuk Pelajar SMA/SMK Swasta di Jawa Timur
"Polisi kan bisa mendeteksi ada berbagai kemungkinan, tapi kenapa petugas Satpolaruid atau kepolisian (Polresta Pati) tidak menahan alat komunikasi milik ABK, Nahkoda dan taruna yang magang bareng anak saya?" ucap Mulyadi.
"Kalaupun anak saya terjatuh, pasti kondisi kapal dalam keadaan oleng karena menghantam ombak dan penghuni perahu meski sempat tertidur pasti akan terjaga karena ada guncangan, tapi kenapa malah tidak ada yang tahu? dari sini saya merasakan banyak kejanggalan," imbuhnya.
Sebelumnya, Ibunda Badrus sempat mengunggah video memohon bantuan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mencari keberadaan anaknya.
"Tolong, Pak Presiden. Anak saya belum ditemukan. Dia ikut PKL di Perairan Masalembu, Sumenep sampai sekarang belum ditemukan. Kami hanya ingin kejelasan," kata Nur Hasanah yang tak bisa menyembunyikan raut wajah sedihnya dan dengan suara bergetar ia memohon sambil menahan tangis.
Videonya sempat viral dan menuai simpati dari banyak pihak termasuk Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Timur yang ikut mendampingi orang tua Badrus melihat langsung TKP dan melihat dokumen resmi hasil penyidikan.
Artikel Terkait
Duh! 4 Pria di Sukolilo Pati Jadi Korban Main Hakim Sendiri, Disangka Maling Padahal Mau Lacak Mobil Rental
Terekam Detik-Detik 2 Remaja Putri Hilang saat Berenang di Air Terjun Jami Maros Sulsel, Tim SAR Lakukan Pencarian, Begini Kondisinya...
5 Hari Hilang, Lansia di Jember Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Sawah
Eks Menteri Kelautan Susi Pudjianti Kecam Aksi Battle Sound Horeg di Pesisir Pasuruan, Netizen: Tolong Ditenggelamkan Bu!
Hati-Hati Jemaah Haji! Kasus Paspor Hilang Masih Terjadi di Jeddah, Ini Imbauan Penting dari Petugas di Bandara