Salah satu warganet yang mengetahui ciri-ciri serangga tersebut lantas menyebut serangga yang beterbangan di Jembatan Pasar Reboan Puger adalah Mayfly. Apa itu?
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Ensiklopedia Pengetahuan Inggris, Britannica, dijelaskan bahwa Mayfly adalah sejenis lalat capung, serangga bersayap yang hidup di ekosistem air tawar.
Mayfly juga mirip seperti laron yang suka terhadap cahaya. Serangga yang memiliki nama ilmiah Ephemeroptera ini akan mendatangi sumber cahaya seperti lampu dan juga benda yang terkena pantulan cahaya matahari atau bulan.
Serangga ini memiliki respons positif terhadap cahaya yang digunakan sebagai navigasi atau petunjuk arah untuk menentukan tempat yang sesuai untuk berkembang biak.
Lalat capung atau Mayfly memiliki bentuk tubuh yang khas berbeda dengan serangga lainnya. Serangga ini memiliki ciri-ciri tubuh lunak dan memanjang dengan dua pasang sayap berselaput dan kaki-kaki yang memiliki cakar.
Matanya majemuk cukup besar dan memiliki antena. Selain itu, pada bagian belakang serangga ini terdapat ekor yang umumnya lebih panjang dari ukuran tubuhnya.
Uniknya lagi, Mayfly ternyata merupakan hewan dengan umur terpendek di dunia. Serangga ini hanya mampu bertahan hidup selama 24 jam.
Dengan waktu hidup singkat, serangga ini harus bergegas mencari tempat yang sesuai untuk kawin dan berkembang biak sehingga membutuhkan navigasi cahaya saat malam.
Serangga ini juga tidak mengalami metamorfosis sempurna. Mereka butuh beberapa bulan untuk bermetamorfosis dari telur, nimfa kemudian menjadi dewasa.
Meski kehadiran serangga cukup mengganggu di jalanan, Mayfly sebetulnya bisa menjadi penanda indikator kualitas air yang baik di alam bebas.
Mayfly biasanya banyak ditemukan di perairan tawar yang bersih, karena serangga ini sensitif terhadap polusi udara.
Serangga ini sangat mungkin ditemukan berkeliaran di area yang tenang dan tak banyak kendaraan lalu lalang seperti yang terjadi di Jembatan Pasar Reboan, Desa Kasiyan, Puger, Jember.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Nikmati Petualangan Unik di Pasar Terapung Lok Baintan Banjar, Menilik Serunya Sensasi Berbelanja di Atas Air
Tahun 1926 Jadi Pasar Terindah di Pulau Jawa, Kini Bersaing dengan Gedung-Gedung Modern
Kangen dengan Cemilan Jadul, Warung Cemilan Cihapit di Pasar Cihapit Bandung Bisa Mengobati Rasa Rindu Itu
Jalan-Jalan ke Pasar Papringan: Surga Jajanan Tradisional Berbahan Alami di Tengah Kebun Bambu Jawa Tengah
Jadi Cikal-Bakal Kemajuan Kabupaten Jember, Bangunan Tinggi Penuh Sejarah Ini Jadi Ikon Pasar Tanjung, Ternyata Bukan Menara Air Biasa
Torehkan Prestasi Membanggakan, Inilah Profil Nihayatus Sa'adah yang Harumkan Nama Jember Usai Terpilih Jadi Runner Up Putri Otonomi Indonesia 2025