Kamis, 4 Juni 2026

Apa itu Mayfly? Heboh Ribuan Serangga Terbang Kerubungi PJU Jembatan Pasar Reboan Puger Jember, Keluarkan Bau Amis dan Ganggu Pandangan Pengguna Jalan

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 3 Juni 2025 | 07:19 WIB
Potret ribuan serangga kerubungi PJU di Jembatan Pasar Reboan Puger Jember, bukan laron ternyata mayflyatau lalat capung (Instagram/kabarjemberan)
Potret ribuan serangga kerubungi PJU di Jembatan Pasar Reboan Puger Jember, bukan laron ternyata mayflyatau lalat capung (Instagram/kabarjemberan)

Salah satu warganet yang mengetahui ciri-ciri serangga tersebut lantas menyebut serangga yang beterbangan di Jembatan Pasar Reboan Puger adalah Mayfly. Apa itu?

Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Ensiklopedia Pengetahuan Inggris, Britannica, dijelaskan bahwa Mayfly adalah sejenis lalat capung, serangga bersayap yang hidup di ekosistem air tawar.

Mayfly juga mirip seperti laron yang suka terhadap cahaya. Serangga yang memiliki nama ilmiah Ephemeroptera ini akan mendatangi sumber cahaya seperti lampu dan juga benda yang terkena pantulan cahaya matahari atau bulan.

Baca Juga: Sound Horeg Makin Meresahkan! Warga Jenggawah Jember Protes Event Hiburan Ganggu Pengguna Jalan, Dipaksa Bayar Tiket Masuk Padahal Gak Ikut Nonton

Serangga ini memiliki respons positif terhadap cahaya yang digunakan sebagai navigasi atau petunjuk arah untuk menentukan tempat yang sesuai untuk berkembang biak.

Lalat capung atau Mayfly memiliki bentuk tubuh yang khas berbeda dengan serangga lainnya. Serangga ini memiliki ciri-ciri tubuh lunak dan memanjang dengan dua pasang sayap berselaput dan kaki-kaki yang memiliki cakar.

Matanya majemuk cukup besar dan memiliki antena. Selain itu, pada bagian belakang serangga ini terdapat ekor yang umumnya lebih panjang dari ukuran tubuhnya.

Uniknya lagi, Mayfly ternyata merupakan hewan dengan umur terpendek di dunia. Serangga ini hanya mampu bertahan hidup selama 24 jam.

Baca Juga: Berdiri Sejak 1927, Gereja Tertua di Jember Ini Jadi Simbol Toleransi Antar Umat Beragama, Konon Dulu Pernah Direbut Jadi Markas Tentara Jepang

Dengan waktu hidup singkat, serangga ini harus bergegas mencari tempat yang sesuai untuk kawin dan berkembang biak sehingga membutuhkan navigasi cahaya saat malam.

Serangga ini juga tidak mengalami metamorfosis sempurna. Mereka butuh beberapa bulan untuk bermetamorfosis dari telur, nimfa kemudian menjadi dewasa.

Meski kehadiran serangga cukup mengganggu di jalanan, Mayfly sebetulnya bisa menjadi  penanda indikator kualitas air yang baik di alam bebas.

Mayfly biasanya banyak ditemukan di perairan tawar yang bersih, karena serangga ini sensitif terhadap polusi udara.

Serangga ini sangat mungkin ditemukan berkeliaran di area yang tenang dan tak banyak kendaraan lalu lalang seperti yang terjadi di Jembatan Pasar Reboan, Desa Kasiyan, Puger, Jember.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Britannica, instagram @kabarjemberan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X