SketsaNusantara.id - Salah satu perwakilan dari Kabupaten Jember berhasil menorehkan prestasi membanggakan.
Nihayatus Saadah, atau yang akrab disapa Ning Niha, berhasil mengharumkan nama Kabupaten Jember dengan meraih posisi Runner-up 1 dalam ajang Putri Otonomi Indonesia (POI) 2025.
Kompetisi tersebut diselenggarakan tiap tahunnya oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).
Menjadi pemenang di ajang ini menjadi suatu kesempatan agar perempuan muda di Indonesia bisa mengekspresikan potensi serta mempromosikan budaya dari daerah asal mereka.
Salah satu yang menarik perhatian publik adalah terpilihnya Nihayatus Sa'adah yang berhasil terpilih menjadi runner up di ajang Putri Otonomi Indonesia 2025.
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs resmi Kabupaten Jember, perjalanan Niha pertama kali dimulai pada awal bulan Mei 2025 dari tahap pra-karantina di Jakarta.
Niha berhasil lolos melewati seleksi ketat, membawanya menuju ke tahap karantina nasional yang diadakan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Bersama para finalis dari berbagai kabupaten, Niha mengikuti kegiatan yang mengedukasi dan inspiratif.
Salah satunya dengan mengadakan kunjungan ke manado Independent School (MIS) pada hari Rabu, 28 Mei 2025.
Para finalis berbagi pengalaman dan motivasi pada siswa-siswi MIS yang diharapkan bisa menginspirasi generasi muda untuk berkontribusi untuk memajukan daerah mereka masing-masing.
Nihayatus Sa'adah merupakan perwakilan Jember yang menjadi salah satu finalis Putri Otonomi Indonesia 2025.
Artikel Terkait
Apa Itu Miss Cosmo International? Ini 5 Syarat yang Harus Dipenuhi untuk Jadi Kontestan, Transgender Bisa Ikut?
Sophie Kirana Sukses Raih Runner Up 4, Inilah 5 Fakta Perhelatan Kontes Kecantikan Miss Internasional
Apa Saja Prestasi Lita Hendratno? Inilah Sosok Mantan Finalis Miss Indonesia 2018 yang Heboh Gegara Perubahan Drastisnya
8 Fakta Asyifa Latief, Miss Indonesia 2010 Terseret Dugaan Kasus Korupsi Pertamina, Punya Bisnis Tas Impor dan Hobi Travelling ke Luar Negeri
Biodata Profil Asyifa Latief Miss Indonesia 2010 yang Terseret Kasus Dugaan Korupsi Pertamina Rp 193,7 T, Ternyata Miliki Jabatan Strategis