Waterspout terbentuk dari sistem awan Cumulonimbus (CB) yang biasanya berkembang pada siang hingga sore hari. Namun, tidak semua awan CB dapat menghasilkan waterspout karena pembentukannya tergantung pada kondisi labilitas atmosfer.
Perbedaan tekanan antara atmosfer dan permukaan air dapat menyebabkan udara mulai berputar, membentuk pusaran angin yang terlihat seperti belalai yang menjuntai menghubungkan langit ke permukaan laut.
Puting beliung yang terjadi di atas permukaan air atau yang biasa disebut waterspout dalam bahasa inggris merupakan angin tornado kecil yang tidak terlalu kuat.
BMKG menghimbau masyarakat untuk tidak panik jika menemui fenomena puting beliung di laut atau danau karena minim bahaya.
Hal ini dikarenakan tempat awan turun di atas perairan yang tidak bergerak cepat, sehingga pusaran angin terbentuk dalam keadaan statis atau stabil.
Berbeda halnya dengan angin puting yang berputar sangat kencang di daratan karena menimbulkan pergerakan cepat sehingga dapat bersifat merusak.
Fenomena angin puting beliung yang terjadi di atas perairan seperti ini sering ditemukan di perairan tropis dan subtropis, seperti Florida, lepas pantai timur Australia dan bahkan Indonesia.
Waterspout juga bisa terjadi pada saat cuaca tak stabil apalagi ketika memasuki musim transisi, saat peralihan dari musim hujan ke kemarau atau sebaliknya.
BMKG mencatat beberapa ciri khas dari fenomena waterspout yang umumnya bersifat lokal dan terjadi dalam area terbatas.
Selain itu, waterspout juga terjadi durasi singkat, biasanya hanya sekitar 10 menit. Fenomena ini lebih sering muncul pada siang atau sore hari dan terkadang menjelang pergantian malam.
Fenomena ini hanya muncul dari sistem awan kumulonimbus dan kemungkinan kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Terjadi Ledakan Matahari dalam Beberapa Hari Terakhir, Benarkah Jadi Penyebab Suhu Indonesia Makin Panas? Begini Penjelasan BMKG
4 Amalan Rasulullah saat Hujan Deras dan Angin Kencang untuk Mendapatkan Berkah dan Menghindari Bencana
Penjelasan BMKG Soal Fenomena Pusaran Awan Melingkar di Langit Mojokerto yang Viral hingga Bikin Warganet Khawatir, Berbahaya untuk Penerbangan?
Trending X! Suara Gemuruh Terdengar Keras Saat Bogor Diguncang Gempa 4,1 SR yang Memicu Kerusakan Rumah Warga, Begini Penjelasan BMKG
Heboh Warga Jember Mendadak Temukan Ratusan Ikan Kecil Terdampar di Pantai Payangan, Benarkah Pertanda Akan Terjadi Tsunami? Begini Penjelasan BMKG
Gempa 6,3 Magnitudo Guncang Bengkulu, BMKG Ungkap Penyebab hingga Potensi Terjadinya Tsunami, Berpusat di Zona Megathrust?