SketsaNusantara.id - Tragedi ledakan amunisi yang terjadi pada 12 Mei 2025 di Garut menarik perhatian masyarakat.
Diketahui ledakan tersebut berasal dari kegiatan pemusnahan amunisi yang dilakukan oleh TNI AD.
Akibat insiden tersebut, 13 orang meninggal, 9 di antaranya adalah masyarakat sipil.
Dilansir SketsaNusantara.id dari YouTube DPR RI, Ketua DPR RI buka suara terkait insiden yang terjadi.
Puan menyatakan secara tegas tentang pentingnya evaluasi secara menyeluruh terhadap peristiwa yang terjadi.
Ia menyoroti adanya korban masyarakat sipil dalam kecelakaan tersebut.
Puan juga meminta agar kejadian yang serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.
“Yang pertama jangan sampai terjadi lagi hal seperti itu, harus dievaluasi kenapa itu terjadi,” ucap Puan dalam video YouTube yang tayang pada 19 Mei 2025.
Ledakan ini berasal dari proses pemusnahan amunisi yang sudah kadaluarsa.
Terkait hal ini, Puan meminta Komisi I untuk segera memanggil Panglima TNI serta pejabat yang terkait.
Artikel Terkait
Sah! Dokter Kandungan di Garut, Muhammad Syafril Firdaus Resmi Jadi Tersangka, Ini Pasal yang Menjerat
Kronologi Ledakan Amunisi Tak Layak Pakai di Garut, 4 Anggota TNI AD dan 9 Warga Sipil Jadi Korban, Apa Penyebabnya?
5 Fakta Pemusnahan Amunisi Tak Layak Pakai di Garut Sebabkan 13 Orang Meninggal Dunia: Warga Sipil Ikut Jadi Korban, Ini Penyebabnya
Viral Video Sebelum Ledakan Amunisi Kadaluarsa TNI AD di Garut, Belasan Warga Diduga Ikuti Proses Pembongkaran Bahan Peledak, Netizen Pertanyakan SOP
Ledakan Amunisi Menelan Korban Jiwa di Garut, Ini Prosedur Pemusnahan Amunisi Tak Layak Pakai Berdasarkan Juklak Kementerian Pertahanan RI