Namun, pihaknya tentu harus berunding dengan para wali murid. "Anak peserta didik menangis, mereka keberatan. Begitu juga dengan wali murid. Belum lagi, saat lulus SD dulu, mereka tak bisa studi tur karena pandemi," terangnya.
Melihat situasi itu, lanjutnya, tidak mungkin kegiatan dibatalkan. "Oleh karena itu, kami berupaya berkomunikasi dengan pihak travel agent. Untuk pengembalian 100 persen," jelasnya.
Namun, karena h-7 semua harus dilunasi, sehingga pengambilan tak memungkinkan. "Pihak travel agent hanya bisa mengembalikan sebanyak 25 persen," paparnya.
Dengan demikian, karena semua koordinasi dihimpun oleh paguyuban, Yuli Witono dan wali murid lain mengajukan surat ke kepala sekolah untuk tetap dilaksanakan. Dengan didampingi oleh sejumlah guru dan beberapa wali murid.
Baca Juga: Sekolah Masih 'Ngotot' Adakan Study Tour dan Wisuda? Dedi Mulyadi 'Bikin Viral' Isi WA SMP Ini!
Dalam hal ini, Yuli menegaskan bahwa pihak sekolah memang sudah menjalankan SE bupati. Namun, paguyuban wali murid beserta siswa tetap bersepakat agar studi tur tetap dilaksanakan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Sekolah Masih 'Ngotot' Adakan Study Tour dan Wisuda? Dedi Mulyadi 'Bikin Viral' Isi WA SMP Ini!
Bupati Jember Gus Fawait Bikin SE Pembatasan Tujuan Study Tour, Sebab Utamakan Keselamatan dan Dongkrak Wisata Lokal
Pro-Kontra SE Bupati Jember, Begini Komentar Soal Pembatasan Tujuan Study Tour
Wacana Pembatasan Tujuan Study Tour Perlu Dipertimbangkan, Ini Pandangan Wali Murid
Dilarang Study Tour, SMP Negeri 2 Jember Tetap Laksanakan Perjalanan ke Bali, Ini Pernyataan Kepala Sekolah...