SketsaNusantara.id – Sebelumnya, wacana terkait dengan pembatasan tujuan studi tur bagi seluruh sekolah di Kabupaten Jember telah dilayangkan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait.
Bahkan, pihaknya kini tengah menyusun surat edaran agar wacana itu segera terealisasi.
Tentu saja, hal tersebut mendapatkan pro dan kontra dari sejumlah guru dan wali murid Lantas, bagaimana tanggapan sejumlah guru di Jember?
Baca Juga: Keluhkan Bau Menyengat dari Kandang Ayam, Warga Semboro Wadul ke Pemkab Jember
"Menurut pendapat saya, larangan bupati agar siswa-siswi tidak mengadakan study tour ke luar daerah bisa dipandang dari dua sisi," ungkap Abdul, salah seorang guru SMP di Kecamatan Balung.
Pria berusia 30 tahun itu menyatakan bahwa kekhawatiran terhadap risiko kecelakaan bisa menurun.
Apalagi berita terjadinya kecelakaan saat perjalanan jauh belakangan ini sering terjadi.
Baca Juga: Ambil Sampel Air Sawah Tercemar, Pemkab Jember Tunggu Hasil untuk Tindakan Lanjutan
"Aturan tersebut juga mengurangi beban biaya bagi orang tua siswa yang mungkin kesulitan jika harus membayar perjalanan jauh," lanjutnya.
Selain itu, pemberdayaan wisata lokal juga bisa terjadi.Dalam hal ini, sekolah dapat mengenalkan potensi wisata dan budaya lokal sehingga siswa tetap mendapat pengalaman edukatif tanpa harus ke luar daerah.
"Sayangnya, wacana ini berbanding terbalik dengan tiket wisata Jember yang lebih mahal jika dibandingkan dengan wisata lain," lanjutnya.
Selain itu, wacana pembatasan ini juga dapat mengurungkan pengalaman baru bagi siswa.
Alhasil, para siswa bisa kehilangan kesempatan untuk melihat tempat-tempat bersejarah atau institusi pendidikan yang lebih besar di luar daerah.
Artikel Terkait
Tingkatan Keterbukaan Informasi Publik, Pemkab Jember Perbaiki Kualitas SDM PPID
Dukung Atlet Jember, Pemkab Jember Tingkatan Reward Hingga Berikan Jaminan Beasiswa Pendidikan
Banyak Aduan dari Masyarakat Lewat Saluran Wadul Gus E, Pemkab Jember Gerak Cepat Tangani Permasalahan
Pemkab Jember Mulai Perbaiki Jalan Berlubang, Komisi C DPRD Rencanakan Penambahan Anggaran di PAPBD 2025
Pemkab Jember Jalin Kekompakan Buruh dan Pengusaha Lewat Jalan Sehat
Pemkab Jember Fokus Pengentasan Kemiskinan dan Wujudkan Kabupaten Ramah Investasi
Antisipasi Penyelewengan Penggunaan Anggaran Belanja, Pemkab Jember Teken Nota Kesepakatan dengan Kejari
Dampak Limbah Tambak Udang Warga Desa Mayangan Bersuara Usai Ratusan Hektare Sawah Tercemar, Pemkab Jember Lakukan Mediasi
Ambil Sampel Air Sawah Tercemar, Pemkab Jember Tunggu Hasil untuk Tindakan Lanjutan
Keluhkan Bau Menyengat dari Kandang Ayam, Warga Semboro Wadul ke Pemkab Jember