Minggu, 19 Juli 2026

Ambil Sampel Air Sawah Tercemar, Pemkab Jember Tunggu Hasil untuk Tindakan Lanjutan

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Kamis, 8 Mei 2025 | 19:55 WIB
Salah seorang petugas Uji Lab Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Jember saat mengambil sampel air di sawah tercemar, Mayangan, Gumukmas (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Salah seorang petugas Uji Lab Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Jember saat mengambil sampel air di sawah tercemar, Mayangan, Gumukmas (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Tuntutan warga Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, segera direspons oleh Pemerintah Kabupaten Jember.

Paling anyar, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Jember Harry Agustriono mendatangi lokasi sawah tercemar yang dikeluhkan warga setempat.

Tak sendirian, Wakapolres Jember Kompol Ferri Dharmawan juga tampak hadir. Termasuk jajaran OPD terkait.

Baca Juga: Dampak Limbah Tambak Udang Warga Desa Mayangan Bersuara Usai Ratusan Hektare Sawah Tercemar, Pemkab Jember Lakukan Mediasi

"Kami datang untuk mendengarkan aspirasi masyarakat Mayangan terkait dengan keluhan area persawahan yang tercemar," ungkapnya.

Dia menyebut, tercatat ada seluas 200 hektare sawah yang diduga tercemar limbah perusahaan tambak.

"Kami di sini sekaligus membawa petugas uji lab dari Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Jember," ucapnya.

Baca Juga: Tercemar! Lahan Pertanian Rusak Ratusan Hektar, DPRD Jember Minta Segera Lakukan Penutupan Tambak Udang

Para petugas tersebut datang untuk mengambil sampel pencemaran.

Tercatat, ada tiga titik contoh sampel air yang diambil. Mulai lokasi terdekat dengan pipa pembuangan limbah, tengah, hingga lokasi paling jauh. Para petugas juga mengambil sampel air sungai bersih untuk dijadikan pembanding.

"Hasil uji lab nanti, akan kami jadikan bahan diskusi guna menentukan langkah lanjutan apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang harus dilakukan," paparnya.

Baca Juga: WALHI Angkat Bicara Soal Pesisir Jember yang Terancam! Tambak Udang Ilegal Sebabkan Pencemaran, Abrasi, dan Krisis Ekologi

"Apakah kerusakan ini disebabkan oleh alam atau memang tercemari limbah pabrik," ucapnya.

Jika memang benar karena perusahaan tambak, inspektorat akan bertindak.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X