SketsaNusantara.id – Sejumlah warga Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, menggeruduk kantor Balai Desa Mayangan pada Kamis, 8 Mei 2025, siang.
Mereka datang untuk berkeluh kesah terkait dengan pencemaran salah satu perusahaan tambak di desanya.
Di sana, mereka menggelar mediasi dengan jajaran Pemkab Jember dan kepolisian. Mulai asisten administrasi umum, wakapolres, dan sejumlah pimpinan OPD terkait.
Syahril, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa ratusan hektare persawahan warga kini tak bisa ditanami karena sawahnya tercemar limbah pabrik.
"Ada 200 hektare lebih yang tercemar," ungkap pria berusia 35 tahun itu.
Tak hanya itu, sejumlah kejadian tak menyenangkan juga kerap dialami warga sekitar.
Baca Juga: Pemkab Jember Fokus Pengentasan Kemiskinan dan Wujudkan Kabupaten Ramah Investasi
"Ada yang sampai gila karena puluhan hektare sawahnya tak bisa ditanami," tegasnya.
Lalu, ada juga yang ternak sapinya meninggal lantaran meminum air limbah yang menggenangi perairan sekitar sawah tercemar.
"Kami ingin pabrik tambak itu ditutup," ucapnya.
Untuk itu, Syahril dan warga terdampak lain menyurati bupati. Dia menuntut keadilan agar perusahaan tambak setempat ditutup.
"Tahun lalu, demo sudah, tapi tidak ada tindak lanjut," ucapnya.
Artikel Terkait
Pemkab Jember Segera Cairkan Insentif Guru Ngaji hingga Beri Tambahan Uang Bulanan pada Penerima Beasiswa Pendidikan
Pemkab Jember Kebut Perbaikan Jalan di Sejumlah Titik
Sukseskan TMMD ke-124, Pemkab Jember Gelontorkan Alokasi Dana 2,4 M
Tingkatan Keterbukaan Informasi Publik, Pemkab Jember Perbaiki Kualitas SDM PPID
Dukung Atlet Jember, Pemkab Jember Tingkatan Reward Hingga Berikan Jaminan Beasiswa Pendidikan
Banyak Aduan dari Masyarakat Lewat Saluran Wadul Gus E, Pemkab Jember Gerak Cepat Tangani Permasalahan
Pemkab Jember Mulai Perbaiki Jalan Berlubang, Komisi C DPRD Rencanakan Penambahan Anggaran di PAPBD 2025
Pemkab Jember Jalin Kekompakan Buruh dan Pengusaha Lewat Jalan Sehat
Pemkab Jember Fokus Pengentasan Kemiskinan dan Wujudkan Kabupaten Ramah Investasi
Antisipasi Penyelewengan Penggunaan Anggaran Belanja, Pemkab Jember Teken Nota Kesepakatan dengan Kejari