Kamis, 4 Juni 2026

Kenapa Perayaan Waisak Identik dengan Bunga Teratai? Dekorasi Megah Lotus Raksasa di Borobudur Penuh Makna Simbolis Perjalanan Hidup Buddha

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 12 Mei 2025 | 10:00 WIB
Potret Patung Buddha di atas teratai yang punya sederet makna simbolis dalam perayaan Waisak melambangkan (Instagram/capingrestoborobudur)
Potret Patung Buddha di atas teratai yang punya sederet makna simbolis dalam perayaan Waisak melambangkan (Instagram/capingrestoborobudur)

Di setiap langkahnya, bunga teratai mekar secara ajaib di bawah telapak kakinya, melindungi dan menandai kesucian kelahirannya. 

Tujuh langkah ini melambangkan 7 arah kosmik sebagai simbol dari pencerahan dan perjalanan menuju Nirvana.

Setiap langkah mewakili perjalanan Buddha dari kebodohan menuju kebijaksanaan, dari ego menuju welas asih, dan dari kelahiran biasa menuju kehidupan sebagai Bodhisattva.

Baca Juga: Kenapa Hari Raya Waisak Digelar di Candi Borobudur? Berikut Sejarah hingga Rangakaian Kegiatan Perayaan Vesak Day di Indonesia

Oleh karena itu, bunga teratai dengan 7 kelopak atau lebih, identik dalam perayaan Waisak untuk mengenang momen kelahiran, pencerahan serta kebangkitannya.

Pada perayaan Waisak di Candi Mendut dan Borobudur, patung Buddha dihiasi dengan kalung bunga, dan umat mengelilingi dekorasi  bunga teratai sebagai bentuk penghormatan.

Bunga teratai diletakkan pada altar dengan Buddha di atasnya yang digunakan dalam prosesi upacara keagamaan. Tampak patung Buddha bersinar dihiasi cahaya putih hingga merah muda yang melambangkan pencerahan.

Baca Juga: Happy Vesak Day! Ini 12 Twibbon Ucapan Selamat Hari Waisak 2025, Peringati Perayaan Keagamaan Umat Buddha Tema Spesial 2569 BE

Uniknya, warna teratai yang umumnya digunakan dalam dekorasi perayaan Waisak adalah  putih dan merah muda yang merefleksikan makhluk tertinggi sang Buddha.

Bunga ini memiliki 5 warna yang punya makna berbeda. Bagi umat Buddha, bunga teratai putih melambangkan sifat Bodhi, yakni keadaan ketika mencapai kesempurnaan saat memeperoleh pencerahan.

Sementara itu, ada pula warna bunga teratai merah yang melambangkan welas asih, warna biru yang melambangkan kebijakan hingga warna ungu yang merefleksikan ajaran rahasia Sang Buddha Gautama.

Dalam beberapa tradisi di negara lain, patung Buddha kecil dimandikan dengan air yang telah dihiasi kelopak teratai, melambangkan pembersihan batin dan penghormatan atas kelahiran Buddha.

Baca Juga: 8 Tradisi Unik Perayaan Waisak di Berbagai Belahan Dunia: Ada Pindapata di Indonesia hingga Ama-cha di Jepang, Ini Maknanya

Sementara itu di Korea Selatan, lentera berbentuk teratai menjadi pusat perayaan, sementara di Sri Lanka, umat mengelilingi bunga teratai yang dianggap mengikuti ajaran dan jejak Buddha.

Simbolisme teratai tidak hanya terbatas pada ritual, tetapi juga mengajarkan umat BUddha untuk menjalani hidup dengan penuh kesadaran.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X