Minggu, 19 Juli 2026

8 Tradisi Unik Perayaan Waisak di Berbagai Belahan Dunia: Ada Pindapata di Indonesia hingga Ama-cha di Jepang, Ini Maknanya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 12 Mei 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi tradisi unik pada perayaan Waisak di berbagai dunia, termasuk Indonesia, mengenang kelahiran, pencerahan hingga wafatnya Buddha Gautama (Freepik)
Ilustrasi tradisi unik pada perayaan Waisak di berbagai dunia, termasuk Indonesia, mengenang kelahiran, pencerahan hingga wafatnya Buddha Gautama (Freepik)

SketsaNusantara.id - Hari Waisak yang diperingati pada 12 Mei 2025 merupakan perayaan penting bagi umat Buddha di seluruh dunia.

Di Indonesia, Waisak ditetapkan sebagai hari libur nasional yang mencerminkan penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual dan keberagaman budaya di tanah air.

Hari raya umat Buddha ini memperingati peristiwa penting dalam kehidupan Siddharta Gautama mulai dari kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, hingga wafatnya sang Buddha.

Baca Juga: Jelang Waisak 2025, Berikut Kegiatan yang Bisa Diikuti Wisatawan saat Perayaan Hari Raya Umat Budha di Candi Borobudur

Perayaan Waisak menjadi ajakan untuk merenungkan ajaran Buddha tentang kasih sayang, kebijaksanaan, dan pencerahan, serta mengamalkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Terdapat berbagai macam tradisi yang dilakukan di berbagai negara dalam perayaan Waisak yang menarik untuk dibahas.

Berikut sederet tradisi unik pada perayaan Waisak di berbagai belahan dunia dikutip SketsaNusantara.id dari kanl YouTube Religion for Breakfast dan berbagai sumber.

Baca Juga: Kumpulan Ucapan Memperingati Selamat Hari Raya Waisak 2025 Caption Spesial Penuh Harapan untuk Dibagikan sebagai Status di Medsos

1. Indonesia

Perayaan Waisak di Indonesia biasanya dilakukan dengan serangkaian upacara atau ritual yang berpusat di Candi Borobudur dan Candi Mendut, Jawa Tengah.

Salah satu tradisi unik yang kerap jadi sorotan adalah Pindapata. Para biksu berjalan berkeliling untuk menerima dana makanan dari umat menjelang perayaan Waisak.

Ritual ini melambangkan kerendahan hati yang disambut hangat umat beragama lainnya sebagai bukti adanya hubungan harmonis antara sangha (komunitas biksu) dan warga sekitar.

Pada perayaan Waisak, umat Buddha melakukan serangkaian upacara diawali dengan puja bakti kemudian dilanjutkan prosesi kirab membawa api Dharma dan Air Suci dari Candi Mendut ke Borobudur.

Upacara ini diakhiri dengan pelepasan lampion ke langit yang melambangkan pencerahan sekaligus sebagai simbol harapan dan kedamaian.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X