Kini, wacana revisi UU TNI yang dianggap berpotensi menghidupkan kembali dwifungsi menuai kritik tajam.
"Jika aparat hanya digunakan sebagai alat kekuasaan semata maka negara ini tidak ubahnya pemerintah Hindia Belanda yang mengandalkan KNIL dan PID untuk menopang cengkramannya atas tanah jajahan." Komentar akun @happy_time_history.
"laiya udah diaju2in sama gusdur katanya prabs (Prabowo) paling ikhlas. eh malah khianati gusdur. dengan Dwifungsi ABRI.kocag emang" komentar akun @uun_unna
Perubahan besar yang diinisiasi Gus Dur kala itu menjadi tonggak penting dalam menjaga supremasi sipil dan memperkuat demokrasi di Indonesia.
Namun, dengan munculnya wacana mengembalikan peran ganda militer, kekhawatiran akan kembalinya otoritarianisme dan pelanggaran HAM di masa lalu kembali mencuat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
5 Fakta Utut Adianto, Ketua Panja RUU TNI yang Jadi Sorotan, Mantan Grandmaster yang Gelar Rapat di Hotel Mewah Dekat Gedung DPR
Profil Rachel Maryam Sayidina, Anggota DPR RI yang Kabarnya Ikut Dalam Rapat Revisi UU TNI di Hotel Fairmont Jakarta
4 Kontroversi Rachel Maryam Sempat Bikin Heboh Publik, Terbaru Jadi Anggota Panja Komisi I DPR RI yang Ikut Rapat Revisi UU TNI
4 Kontroversi Nurul Arifin Politisi Partai Golkar, Gagal Jadi Wali Kota Hingga Revisi UU TNI, Bela Mayor Teddy Ugal-ugalan
5 Fakta Rachel Maryam Sayidina: Aktris Jadi Politisi hingga Ramai Turut Rapat Revisi UU TNI, Tidak Tamat Kuliah?