Ia bahkan terlibat dalam beberapa pergerakan seperti gerakan buruh hingga menjadi oposisi terhadap pemerintahan kolonial saat itu.
Menurut situs Ensiklopedia Kemendikbud, Alimin Prawirodirdjo juga terlibat dalam pendirian PKI.
Tokoh PKI yang mendapatkan gelar pahlawan selanjutnya adalah Tan Malaka.
Presiden Soekarno memberikan gelar pahlawan kemerdekaan nasional kepada Tan Malaka melalui Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1963 yang ditandatangani pada 28 Maret 1963.
Tan Malaka sendiri dikenal sebagai tokoh progresif golongan kiri yang turut berjuang dalam memerdekakan Indonesia.
Pemilik nama lengkap Sultan Ibrahim Datuk Tan Malaka ini juga merupakan tokoh revolusioner dan intelektual Indonesia.
Pemikirannya banyak tertuang dalam buku-buku yang ditulisnya dan mempengaruhi banyak pemuda hingga saat ini.
Bahkan, Presiden Soekarno juga menjadi salah satu sosok yang terpengaruhi oleh pemikiran Tan Malaka.
Meski sama-sama diberi gelar pahlawan kemerdekaan nasional oleh Presiden Soekarno, namun Tan Malaka tidak dimakamkan di TMP Kalibata seperti Alimin Prawirodirdjo.
Makam Tan Malaka justru berada di lereng Gunung Wilis, Desa Selopanggung, Kecematan Semen, Kabupaten Kediri Jawa Timur.
Menurut sejarahwan Klaus H. Schreiner dalam tulisannya yang berjudul Outward Appearances, pemberian gelar pahlawan kepada 2 tokoh PKI tersebut bukan tanpa alasan.