SketsaNusantara.id - Dalam lembaran sejarah maritim Nusantara, kapal Jung Jawa muncul sebagai keajaiban perkapalan yang sangat mengesankan.
Dikenal dalam bahasa Jawa kuno sebagai "Jung," kapal ini adalah raksasa kayu jati yang memukau.
Pada abad ke-16, kapal Portugis terbesar di Malaka, Anun Siada, tampak kecil jika dibandingkan dengan Jung Jawa.
Dengan panjang yang diperkirakan antara 313,2 hingga 391,5 meter, Jung Jawa jauh melampaui kapal Portugis yang hanya sekitar 69 hingga 78,3 meter.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Angelick Vaulina, kepiawaian pelaut Nusantara jauh melampaui penjelajah terkenal seperti Columbus dan Magellan.
Diego de Couto, dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 1645, mencatat bahwa orang Jawa sudah menjelajahi hingga Tanjung Harapan dan menjalin hubungan dengan Madagaskar.
Baca Juga: Pemandian Tak Pernah Kering, Candi Umbul di Magelang Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
Penelitian modern mengonfirmasi bahwa DNA orang Madagaskar mengindikasikan asal-usul Nusantara.
Jung Jawa mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-8, ketika para pelaut Jawa menciptakan kapal-kapal raksasa yang mengubah dunia perkapalan.
Kapal ini pertama kali disebut dalam prasasti Bali abad ke-11 dan kemudian dikenal luas dalam catatan perjalanan abad ke-14.
Baca Juga: Lokasi Kerajaan Tertua di Nusantara Ini Menjadi Kawasan IKN, Seperti Menghidupkan Kejayaan Masa Lalu
Pada abad yang sama, kapal Jung Jawa digunakan secara besar-besaran oleh Kerajaan Majapahit sebagai angkutan militer.