SketsaNusantara.id - Foto-foto saat pembacaan teks proklamasi yang sering kita lihat selama ini rupanya menyimpan cerita tersendiri pada peristiwa sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Foto-foto saat pembacaan teks proklamasi itu merupakan hasil aksi 'nekad' dan 'bohong' dari fotografer yang mungkin banyak di antara kita bahkan tidak pernah mendengar namanya.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari akun Tiktok @Imban, Jepang pada dasarnya tidak mengizinkan ada kamera dalam pembacaan teks proklamasi kemerdekaan oleh Soekarno-Hatta.
Sehingga jika mengikuti aturan dari Jepang tersebut maka kita tak akan pernah memiliki foto-foto dokumentasi momen kemerdekaan pada tahun 1945 tersebut.
Namun untung saja saat itu ada dua bersaudara wartawan Jawa Pos bernama Alex Mendur dan Frans Mendur yang rupanya tetap nekad mengambil gambar saat proklamasi berlangsung.
Mengetahui hal itu, maka tentara Jepang memburu Alex dan Frans Mendur untuk merampas kembali negatif film pada kamera yang dipegangnya.
Alex Mendur, tertua dari dua bersaudara itu ditangkap tentara Jepang dan foto-foto yang ada di dalam kameranya di musnahkan.
Namun Frans Mendur berhasil melarikan diri dan mengambil kembali negatif film yang ternyata dikuburnya dibawah pohon di belakang kantor Asia Raya.
Lalu Frans Mendur segera mencetak negatif film tersebut dan segera mempublikasikannya.
Foto-foto yang dipublikasikan Frans Mendur itulah yang hingga kini bisa kita lihat sebagai saksi sejarah perjalanan panjang negeri ini.
Berkat aksi nekad dan kebohongan Frans itulah maka hingga saat ini kita masih bisa melihat bagaimana detik-detik proklamasi kemerdekaan oleh Soekarno-Hatta berlangsung.***