SketsaNusantara.id - Rujak Cingur merupakan salah satu makanan tradisional dari Jawa Timur yang terkenal karena kelezatan rasanya.
Nama "Cingur" berasal dari bahasa Jawa yang artinya mulut dimana bahan khas yang digunakan untuk membuat rujak cingur ini yaitu irisan mulut atau muncung sapi yang direbus hingga teksturnya jadi kenyal.
Rujak Cingur biasanya dihidangkan dengan irisan buah-buahan dan aneka sayuran dengan bumbu khas sambal kacang dan petis udang khas Jawa Timur.
Selain itu, ada 2 cara untuk menyajikan rujak cingur ini yaitu cara mentahan dimana sayurannya masih mentah dan cara matengan dengan sayurannya sudah dalam keadaan matang.
Buah-buahan dalam rujak cingur ini diantaranya ada mentimun, bengkoang, mangga muda, nanas, kedondong, dan krai (timun khas Jawa Timur).
Sementara sayurannya terdiri dari kecambah, kangkung, kacang panjang serta ditambahkan pelengkap lain seperti lontong, tahu, tempe goreng, bendoyo, dan irisan cingur sapi.
Selain itu, rujak cingur juga ditambahkan dengan kerupuk dan ditempatkan di alas pincuk dari daun pisang atau piring.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal youtube Channel E Indonesia, asal-usul rujak cingur diketahui dari sebuah mitos dari negeri Mesir dengan seorang raja yang memimpin bernama Raja Firaun Hanyakrawati.
Pada suatu waktu, Raja Firaun Hanyakrawati sedang merayakan ulang tahunnya dan ia memanggil semua juru masak di istana untuk menghidangkan makanan paling enak dan spesial.
Setelah semua makanan dihidangkan dan dicicipi oleh sang raja, ternyata tidak ada makanan satupun yang cocok dengan lidahnya dan itu membuatnya merasa sangat marah.
Selanjutnya salah satu pegawai istana menyampaikan pesan kepada Raja Firaun Hanyakrawati bahwa ada seseorang yang datang dan ingin menyajikan makanan spesial untuk sang raja di hari ulang tahunnya.