Selain makam Syekh Kholil juga terdapat makam ayahnya, Kiai Abdul Latif yang merupakan salah satu ulama terkemuka di Madura dan masih memiliki garis keturunan dari Sunan Gunung Jati.
Salah satu daya tarik lainnya yang terdapat di area makam Syekh Kholil adalah adanya sumur tua yang konon tidak pernah surut airnya meski musim kemarau panjang.
Air dalam sumur tua peninggalan waliyullah tersebut diyakini merupakan salah satu karomah Syekh Kholil yang memberikan berkah kepada masyarakat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Masjid Syaikhona Kholil Bangkalan selalu ramai dikunjungi para peziarah yang mampu menampung ribuan jamaah.
Terdapat fasilitas lengkap seperti kamar mandi umum hingga beberapa bangku yang disediakan sebagai tempat beristirahat para pengunjung.
Makam Syekh Kholil Bangkalan dibuka selama 24 jam dan pengunjung atau peziarah yang ingin berwisata religi ke sana tidak dikenakan biaya masuk.
Hanya saja, para peziarah harus mematuhi segala peraturan yang ada di area makam dan masjid Syekh Kholil seperti dilarang membuang sampah sembarangan dan menjaga suasana tertib saat beribadah.
Sekitaran makam Syekh Kholil Bangkalan juga terdapat aneka kuliner khas Madura dan berbagai penjaja souvenir yang bisa jadi buah tangan yang menarik perhatian pengunjung.
Dengan begitu, keberadaan makam Syekh Kholil tak hanya memberikan karomah bagi peziarah tetapi juga bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar.***