jelajah

Berusia Lebih dari 2,5 Abad! Tiap Tahun di Klenteng Solo Ini Terjadi Perayaan Kebudayaan Persilangan Tionghoa dan Jawa

Senin, 15 Juli 2024 | 21:35 WIB
Klenteng dengan perayaan persilangan kebudayaan Tionghoa dan Jawa di Solo (instagram.com/@ardianadin)

SketsaNusantara.id - Solo juga menjadi daerah dengan keunikan tersendiri yang berbeda dengan daerah lain.

Yakni terdapat tradisi unik yakni persilangan kebudayaan antara Tionghoa dan Jawa.

Yang terjadi di suatu klenteng yang bernama Klenteng Tien Kok Sie yang bangunannya mungil dan dihimpit bangunan-bangunan besar.

Baca Juga: Klenteng di Muntilan ini Miliki Altar Presiden ke-4 Republik Indonesia, Diperlakukan Sama dengan Dewa-Dewi

Klenteng ini terletak di Jalan RE Martadinata No.12, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Dilansir SketsaNusantara.id dari video akun TikTok @gejapramono, klenteng ini berusia lebih dari 2,5 abad yang telah ada sejak masa VOC.

Meskipun demikian klenteng ini masih berdiri kokoh yang terbuat dari kayu dan tanpa paku.

Pada awal berdiri di sekitarnya tidak terdapat bangunan lain selain klenteng ini dan Keraton Surakarta.

Di klenteng inilah terjadi tradisi Grebeg Sudiro pada setiap Hari Raya Imlek yang berhias lampion di sekitar Pasar Gede.

Baca Juga: Mengulik Kisah Makam Ki Juru Mudi, Sosok Muslim yang Dimakamkan di Klenteng Sam Poo Kong Semarang

Di Jawa, grebeg berarti perayaan rutin dan upacara syukur dalam memperingati peristiwa penting.

Grebeg yang identik dengan budaya Jawa ini diakulturasikan dengan budaya Tionghoa yang diperingati menjelang Imlek.

Yang mana sudiro sendiri diambil dari nama kampung yakni Kampung Sudiroprajan yang berada di kawasan pasar gede.

Grebeg Sudiro ini dirayakan oleh seluruh elemen masyarakat bahkan oleh masyarakat luar Solo juga.***

Tags

Terkini