SketsaNusantara.id - Provinsi Jogja dikenal sebagai Daerah istimewa Yogyakarta atau DIY.
Wilayah ini jga dikenal dengan kekuasaan Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, bagian dari Kerajaan Mataram.
Sisi lain Kerajaan Mataram yang dibagi menjadi 2 wilayah yaitu daerah Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Baca Juga: Dibuat untuk Meracuni Wali Songo? Inilah Docang Makanan Khas Kota Cirebon yang Jadi Warisan Budaya
2 wilayah ini sejak awal disepakati dalam perjanjian Giyanti merupakan sama-sama Daerah Istimewa.
Yogyakarta dan Surakarta merupakan 2 Daerah Istimewa yang menjadi bagian wilayah Republik Indonesia dan masih memusatkan kepemimpinan pada Sunan dan Sultan.
Namun, saat ini yang lebih dikenal sebagai Daerah Istimewa adalah Yogyakarta atau disebut dengan nama DIY.
Surakarta disebutkan sama-sama Daerah Istimewa, namun mengapa namanya saat ini bukan Daerah istimewa Surakarta atau disingkat DIS?
Ternyata ada rentetan sejarah panjang yang membuat status Daerah istimewa untuk Surakarta akhirnya dicabut.
Kok bisa dicabut? Apa alasan embel-embel nama Daerah Istimewa untuk Surakarta akhirnya dicabut?
Dikutip SketsaNusantara.id dari ungkapan dan penjelasan Ustadz Salim A. Fillah pada YouTube Wawacanda Abdel Achrian 15 Februari 2024, wilayah Surakarta atau Solo memiliki sejumlah persoalan internal.
"Di Solo ada 2 raja, Pakubuwono XII dan Adipati Mangkunegoro VIII. Kedua beliau kurang kompak, dua-duanya pengen jadi setara," ujar Ustadz Salim A. Fillah.