Melihat pekerjaan hampir selesai, Roro Jonggrang pun cemas.
Ia kemudian meminta bantuan para pelayannya untuk membangunkan ayam dan menciptakan suara-suara seakan-akan fajar telah tiba.
Pasukan jin, yang takut akan cahaya matahari, segera meninggalkan pekerjaan mereka yang belum selesai.
Menyadari dirinya ditipu, Bandung Bondowoso murka dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu untuk melengkapi candi ke-1000.
Arca Roro Jonggrang kini berdiri di dalam Candi Prambanan sebagai saksi bisu dari kisah tragis tersebut.
Candi Prambanan, juga dikenal sebagai Candi Roro Jonggrang, berdiri megah dengan tiga candi utama yang dipersembahkan kepada Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Siwa.
Di sekitarnya terdapat situs-situs penting lainnya seperti Ratu Boko dan Candi Sewu, yang juga menjadi bagian dari legenda Roro Jonggrang.
Kini, Candi Prambanan tidak hanya menjadi situs sejarah yang penting tetapi juga pusat kegiatan seni dan budaya.
Pertunjukan Ramayana yang terkenal sering dipentaskan di sana, menarik perhatian wisatawan dari seluruh dunia.
Kisah Roro Jonggrang terus hidup dalam budaya dan sejarah Indonesia, mengajarkan kita tentang cinta, pengorbanan, dan warisan yang tak ternilai harganya.***