Perawatan pusaka tidak bisa dilakukan sembarangan, ada tahapan yang penting dan berurutan alias nggak boleh ngawur.
Apa saja fakta tentang tahapan Jamasan Pusaka sebagai tradisi masyarakat Solo atau Surakarta di malam 1 Suro?
Berikut ini rangkuman 4 fakta dan tahapan tradisi Jamasan Pusakan malam 1 Suro di Solo, seperti dikutip dari laman surakarta.go.id.
1) Ubo Rampe
Ubo Rampe merupakan salah satu ritual yang dilakukan dalam prosesi Jamasan Pusaka malam 1 Suro di Solo atau Surakarta.
Maksud dari Ubo Rampe adalah menyertakan jajan pasar, wewangian dupa dan minyak, air kelapa, serta berbagai bunga-bungaan (kantil, mawar, dan melati).
Selain itu, saat Ubo Rampe juga dilengkapi dengan tumpengan atau doa bersama sebagai wujud rasa syukur dan menyucikan diri.
Baca Juga: Mitos dan Legenda Malam 1 Suro, Dipercaya Akan Datangnya Sosok Penting Pelindung Masyarakat Jawa
2) Susilaning Nglolos Dhuwung
Tahapan pertama saat Jamasan Pusaka dilakukan yaitu Susilaning Nglolos Dhuwung.
Makna dari tahapan Susilaning Nglolos Dhuwung yaitu sebagai penghormatan terhadap pembuat dan pemilik pusaka yang dibersihkan.
3) Mutih
Setelah melalui tahapan Susilaning Nglolos Dhuwung, pusaka yang akan dijamas dilakukan proses Mutih.
Baca Juga: Penuh Doa dan Harapan, Ini 3 Tradisi Malam 1 Suro, Simak Jadwal Beserta Makna Ritualnya