Berasal dari Hadiah
Berdasarkan sejumlah catatan sejarah, asal-usul Kebo Bule Kyai Slamet berkaitan dengan hadiah dari Kyai Hasan Beshari Ponorogo kepada Sunan Pakubuwono II pada abad ke-18.
Dalam Babad Solo karya RM Sajid, leluhur kebo bule adalah hewan kesayangan Paku Buwono II.
Keturunan kerbau tersebut kemudian dipelihara oleh Keraton Surakarta hingga sekarang.
Dari generasi ke generasi, keturunan kebo bule terus dirawat dan menjadi bagian dari berbagai upacara adat keraton.
Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber, masyarakat Jawa meyakini Kebo Bule Kyai Slamet sebagai simbol keselamatan, ketenteraman dan keberkahan yang menyertai kehidupan masyarakat.
Selalu Memimpin Kirab 1 Suro
Dalam Kirab Malam 1 Suro, Kebo Bule Kyai Slamet berjalan paling depan sebelum barisan pusaka dan para abdi dalem keraton.
Kebo bule rupanya memiliki ‘tugas’ sebagai pengawal atau cucuk lampah dari pusaka keraton, Kyai Slamet.
Kendati demikian, pihak Keratn tidak pernah menjelaskan bentuk pusaka Kyai Slamet itu.
Saat prosesi kirab, ribuan warga biasanya memadati jalur untuk menyaksikan kemunculan kebo bule yang menjadi ikon tradisi tersebut.
Tak sedikit masyarakat yang berusaha mendekat atau mengikuti jalur yang dilalui kerbau tersebut karena dipercaya membawa keberuntungan.