Setelah doa dan pelarungan selesai, warga mengadakan pertunjukan rakyat. Ada yang menampilkan wayang kulit. Ada juga yang menghadirkan panggung musik.
Beberapa daerah menambahkan kegiatan keagamaan yang lebih besar. Di daerah yang agama Islamnya kuat, upacara Sedekah Laut diselenggarakan juga pengajian akbar. Kegiatan tersebut diikuti banyak warga. Penjual makanan dan pedagang kaki lima sering hadir memeriahkan suasana.
Ritual di beberapa daerah juga memuat pesan pelestarian. Hal ini tampak jelas dalam tradisi di Flores. Pada masyarakat Lembata terdapat aturan penting saat berburu paus.
Ada paus betina yang sedang hamil yang tidak boleh ditangkap. Paus muda juga tidak boleh diburu. Hanya paus tertentu yang menjadi sasaran.
Pengetahuan mengenai paus mana yang boleh diburu dimiliki oleh seorang lemafa. Ia adalah juru tombak yang memahami ciri paus yang layak diburu.
Pembatasan ini menjadi bentuk pelestarian yang dijaga turun-temurun. Aturan waktu berburu juga ditentukan. Masa berburu hanya berlangsung dari Juni hingga Oktober.
Petik Laut menjadi tradisi yang menghubungkan manusia dan laut. Ritual ini menegaskan hubungan masyarakat pesisir dengan alam.
Upacara yang dilakukan setiap tahun menjadi pengingat untuk tetap menjaga laut. Tradisi ini bertahan karena memiliki makna budaya dan spiritual bagi masyarakat nelayan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!