Prosesnya juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Tidak sedikit temuan benda-benda bersejarah yang berasal dari laporan warga.
Laporan itulah yang kemudian ditindaklanjuti oleh tim penilai cagar budaya sebelum benda tersebut resmi menjadi koleksi.
Koleksi di tempat ini terus bertambah, baik melalui hibah dari masyarakat maupun survei lapangan.
Seiring waktu, ruang koleksi ini berkembang sebagai ruang publik berorientasi edukasi, yang membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengenal warisan budayanya sendiri.
Kini, Ruang Koleksi Benda Cagar Budaya bukan hanya sekadar bangunan yang menyimpan artefak. Bangunan ini menjadi simbol kebanggaan masyarakat Jember, pengingat akan sejarah panjang yang membentuk identitas daerah, sekaligus benteng pertahanan terhadap lunturnya nilai-nilai budaya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!