SketsaNusantara.id - Jember tidak hanya dikenal dengan pesona alam dan festivalnya. Di balik itu, ada ruang sunyi yang menyimpan ratusan benda bersejarah penuh makna.
Ada sebuah tempat yang tak boleh dilewatkan bagi pencinta sejarah dan budaya. Terletak di Kreongan Atas, Patrang, ruang ini menyimpan artefak dari berbagai zaman.
Dari sarkofagus hingga botol peninggalan kolonial, semua tersimpan rapi dan terawat. Tempat ini bukan hanya penyimpan benda mati, tetapi juga saksi perjalanan sejarah panjang masyarakat Jember.
Baca Juga: Ratusan Warga Jember Ikuti Program KB MOW dan MOP di RSD dr Soebandi
Lebih dari itu, ruang koleksi ini menjadi sarana edukatif yang terbuka untuk masyarakat. Dan yang menarik, tak ada biaya masuk alias gratis.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember memikul tanggung jawab besar dalam menjaga warisan sejarah daerah.
Salah satu bentuk konkret dari upaya itu adalah pengelolaan Ruang Koleksi Benda Cagar Budaya Kabupaten Jember, yang berfungsi sebagai pusat pelestarian sekaligus sumber pembelajaran publik.
Baca Juga: Istimewa! Bernama Boge dan Rengganis, 2 Harimau Benggala Ini Jadi Satwa Baru Koleksi Jember Mini Zoo
Dilansir dari situs Jemberkab.go.id, lokasinya di kawasan Kreongan Atas, Patrang, ruang koleksi ini menyimpan benda-benda bersejarah dari berbagai era.
Koleksinya mencakup peninggalan prasejarah, masa klasik, hingga zaman kolonial, yang semuanya memiliki nilai historis tinggi. Di antara benda yang menjadi andalan adalah sarkofagus, batu kenong, arca, guci, tungku tua, dan botol peninggalan Belanda.
Ruang Koleksi ini tidak hanya ditujukan sebagai tempat penyimpanan benda antik. Lebih dari itu, fungsinya menjelma sebagai pusat studi dan eksplorasi sejarah yang dimanfaatkan oleh pelajar, peneliti, hingga masyarakat umum.
Baca Juga: Pastikan Seluruh Proyek di Jember Rampung, Sebelum TMMD Ke-124 Ditutup Juni Mendatang
Setiap artefak menjadi pintu untuk mengenal jejak panjang peradaban yang pernah tumbuh di Jember.
Upaya pelestarian benda-benda cagar budaya di kabupaten ini sudah dirintis sejak tahun 1980-an, saat pemerintah daerah mulai mengumpulkan berbagai artefak dari penjuru wilayah. Menariknya, pelestarian ini bukan hanya program pemerintah semata.
Artikel Terkait
4 Rekomendasi Wisata Jember Terpopuler dan Hits, Cocok Sebagai Destinasi Liburan Panjang di Tahun 2024
Dari Kuliner Legendaris hingga Edukasi, Ini 6 Rekomendasi Tempat Wisata Jember yang Sayang Dilewatkan Saat Libur Lebaran Idul Fitri 2025
Tempuh Berbagai Cara, Bupati Gus Fawait Komitmen Dongkrak Wisata Jember
Sasar Puslitkoka dan Papuma, Bupati Gus Fawait Ingatkan Potensi Wisata Jember