Toleransi masyarakat di kampung ini sangat tinggi, walaupun bersebelahan dengan kampung yang mayoritasnya adalah muslim.
Rasa toleransi itu ditandai dengan masyarakat sekitar yang membiarkan anjing-anjing hidup bebas di sekitar lingkungan.
Warga sama-sama saling menjaga pemandangan harmonis antar umat beragama saat melaksanakan ibadah di tempat ibadahnya masing-masing.
4) Gereja Dibangun Gotong-Royong
GKJW Pepanthan di Paleran yang menjadi ikon unik Kampung Madura Kristen ini dibangun secara gotong royong.
Bukan hanya masyarakat Kristiani saja yang membangun, tetapi semua aktivitas pembangunan tempat ibadah dilakukan bersama-sama dengan masyarakat muslim.
Tercermin toleransi tinggi terkait izin pembangunan tempat ibadah dari keyakinan yang berseberangan dengan warganta, seperti pembangunan masjid dan gereja.
5) Budaya Pandalungan (Jawa-Madura)
Fakta unik lainnya dari kampung ini yaitu masyarakatnya adalah Etnis Pandalungan yang menggunakan dialek Bahasa Madura hingga keturunan Suku Madura.
Biasanya masyarakat Madura identik dengan memiliki keyakinan Islam, berbeda dnegan kampung unik ini, penganut Kristen juga etnis Madura.
Saat melaksanakan Misa di GKJW, tak jarang yang digunakan adalah Bahasa Jawa, tapi jemaat di GKJW Pepanthan dusun Paleran ini gunakan Bahasa Madura.
Mungkin GKJW di Dusun Paleran ini jadi gereja unik satu-satunya di dunia yang menggunakan Bahasa Madura.***