SketsaNusantara.id- Nama Thilly Weissenborn dikenal sebagai seorang fotografer wanita profesional pertama Indonesia di masa Hindia Belanda.
Thilly Weissenborn menjadi salah satu dari sedikit fotografer yang lahir di Indonesia dan berkarier di awal abad ke-20.
Ada berbagai karya milik Thilly Weissenborn yang dipakai untuk mengembangkan industri pariwisata Hindia Timur yang saat itu baru berkembang.
Margarethe Mathilde Weissenborn adalah wanita kelahiran 22 Maret 1883 atau 1889, dari ayahnya, Hermann Theodor Weissenborn dan sang ibu, Cornelia Emma Angely Lina da Paula (née Roessner).
Orang tuanya asli dari Jerman dan juga warga negara Belanda yang dinaturalisasi.
Saat itu, mereka tinggal di Surabaya atau Kediri di Jawa Timur dengan menjalankan perkebunan kopi disana.
Thilly Weissenborn diketahui mulai mendapatkan pekerjaan di sebuah studio foto bergengsi di Surabaya Pada tahun 1913, yang dilansir SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.
Stuido tersebut dibangun oleh Onnes Kurkdjian, seorang Armenia yang bernama Atelier Kurkdjian dan jadi satu-satunya agend Kodak di Jawa Timur.
Weissenborn mengasah keahliannya dalam mempelajari teknik fotografi dan retouching di bawah asuhan seorang Inggris, GP Lewis.
Kemudian di tahun 1917, ia pindah ke Garut, Jawa Barat dan mengelola studio fotografi bernama 'GAH Lux'.
Studio tersebut berada dalam kelola Perusahaan Garoetsche Apotheek en Handelsvereeniging yang merupakan milik Denis G. Mulder.
Artikel Terkait
Peradaban yang Hilang! Kemunduran Kesultanan Jambi, Ditekan oleh Johor dan Dihapus Hindia Belanda
Menelisik Keturunan Indonesia di Belanda, Paling Banyak Bukan Jawa atau Minahasa tapi Tanah Kelahiran Orang Tua Eliano Reijnders
Cek Fakta: Perang Bubat Majapahit vs Raja Sunda Hanyalah Dongeng Bohong Karangan Belanda? Sejarawan KH Agus Sunyoto Bongkar Semua Kebenarannya
Harta Kerajaan Nusantara Dijual Belanda ke Museum Amerika? Ada Patung Kepala Borobudur yang Dibuat Abad ke-9
Tragis, Kerajaan Katolik Pertama di Nusantara Dihancurkan Belanda, Wariskan Adat dan Tradisi dari Kaki Gunung Ile Mandiri
Sudah Dilakukan sejak Zaman Belanda, Inilah Asal-usul Pengibaran Bendera Setengah Tiang di Peringatan Tragedi G30S PKI