Kamis, 4 Juni 2026

Daftar 19 Bupati Jember dari Zaman Hindia Belanda hingga Reformasi: Ada yang Diabadikan Jadi Nama Bandara dan Ada yang Menjabat Cuma 1 Tahun

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 9 April 2025 | 08:00 WIB
Potret Kantor Bupati Jember, yang menjadi saksi perkembangan kepemimpinan di Bumo Pandhalungan dari zaman Hindia Belanda sampai sekarang  (Jemberkab.go.id)
Potret Kantor Bupati Jember, yang menjadi saksi perkembangan kepemimpinan di Bumo Pandhalungan dari zaman Hindia Belanda sampai sekarang (Jemberkab.go.id)

SketsaNusantara.id - Jember sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur, dipimpin oleh seorang Bupati.

Sejak zaman Hindia Belanda hingga Reformasi sekarang ini, Jember dipimpin 19 Bupati yang menarik untuk dibahas.

Bahasan tentang Bupati Jember dari masa ke masa memberikan wawasan tentang perkembangan dan dinamika kepemimpinan di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Pandhalungan tersebut.

Baca Juga: Tanaman Pinang Jadi Asal-Usul Jember? Menelusuri Sejarah di Balik Nama Kabupaten di Jawa Timur yang Masih Menyimpan Misteri hingga Kini

Setiap bupati memiliki kisah tersendiri dan memiliki peran signifikan dalam membentuk arah pembangunan yang membawa kesejahteraan pada masyarakat Jember.

Menelusuri perjalanan kepemimpinan ini membantu kita memahami bagaimana perkembangan Jember dari zaman dahulu sampai sekarang.

Dihimpun SketsaNusantara.id dari situs jemberkab.go.id dan berbagai sumber, berikut 19 daftar nama bupati Jember, Jawa Timur. Ada yang namanya diabadikan jadi Bandara bahkan ada bupati Jember yang menjabat dalam waktu singkat cuma 1 tahun.

Baca Juga: Ternyata Begini Kondisi Pasar Terjauh di Kota Jember, Banyak Bangunan yang Rusak?

1. Noto Hadinegoro (1929–1942)

Sebagai bupati pertama Jember, Noto Hadinegoro dikenal sebagai pemimpin yang berhasil membawa masa-masa sulit pada masa transisi dari pemerintahan Hindia Belanda ke Indonesia.

Noto Hadinegoro dianggap istimewa oleh masyarakat, hingga namanya diabadikan sebagai nama bandara dan stadion di Jember sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya dalam membawa kemajuan bagi daerah tersebut.

2. Boediardjo (1942–1943)

Bupati ke-2 Jember ini hanya menjabat selama 1 tahun. Menjabat selama masa pendudukan Jepang, Boediardjo menghadapi tantangan dalam mempertahankan stabilitas daerah di tengah situasi perang pada zaman penjajahan Belanda.

 Baca Juga: Membaca Jember Lewat Dinding Sejarah NV LMOD: Kisah Perkebunan, Perjalanan Bisnis, dan Jejak George Birnie dalam Kepingan Masa

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jemberkab.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X