SketsaNusantara.id- Kecamatan Kencong dikatakan sebagai kawasan terjauh dari Kota Jember.
Jaraknya sekitar 45 km dari pusat kota Jember dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Lumajang.
Salah satu desa yang berada di Kecamatan Kencong yakni Desa Keraton terdapat sebuah pasar tradisional.
Pasar tersebut bernama Kedung Langkap dan diketahui telah berdiri cukup lama, seperti dikutip SketsaNusantara.id dari kanal Youtube @Kang Ngeluyur.
Lokasi Pasar Kedung Langkap ini sendiri bisa ditempuh dengan jarak kurang lebih 3 hingga 4 km ke arah selatan dari masjid Kecamatan Kencong.
Bisa disebut bahwa lokasi pasar itu cukup strategis karena dekat dengan pemukiman padat penduduk dan bersebelahan lapangan.
Menurut penuturan salah seorang penjual disana, pasar itu buka setiap hari dan akan ramai pada hari minggu dan senin.
Selain itu, para penjual dan pembeli akan mulai ramai di jam 8 pagi serta berangsur-angsur sepi pada pukul 10 pagi.
Penjual dan pembeli di pasar tersebut berasal dari daerah Kedung Langkap sendiri, yaitu Desa Keraton, Kencong, serta desa lain di sekitarnya.
Baca Juga: Libur Lebaran Ketupat Jumlah Kunjungan Wisata ke Pantai Papuma Jember Menurun, Ada Apa?
Kemudian terkait barang apa saja yang dijual di Pasar Kedung Langkap ini adalah berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari sembako, sayuran, ikan, sampai hewan khususnya ayam.
Kondisi Pasar Kedung Langkap sangat sederhana, dimana sebagian besar bangunan-bangunannya terbuat dari kayu dan bambu.
Artikel Terkait
Andien Aisyah dan Jejak Masa Kecilnya di Kampung Bromo Kalisat, dari Desa Kecil di Jember hingga Panggung Jazz Dunia
Dari Pegawai Kolonial hingga Raja Perkebunan, Sepenggal Kisah George Birnie dan Sejarah Lahirnya Jember Modern
5 Fakta Menarik Tanaman Pinang, Pohon yang Konon Jadi Asal-Usul Jember Sudah Ada Sejak Zaman Purbakala hingga Dipercaya Bisa Mendatangkan Kemakmuran
Asal-Usul Jembatan Paling Unik di Jember, Dulu Hutan Kini Disulap Jadi Tempat Terindah Saat Mode Malam! Sempat Cuma Bisa Dilewati Sepeda?
Waton Tak Pernah Padam! Demi Cagar Budaya Jember, Parade Pegon dan Kenduren Khidmat Tetap Terlaksana di Tengah Minimnya Anggaran