Minggu, 19 Juli 2026

Peradaban yang Hilang! Kemunduran Kesultanan Jambi, Ditekan oleh Johor dan Dihapus Hindia Belanda

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Kamis, 5 September 2024 | 10:00 WIB
Peradaban Kesultanan Jambi yang hilang. (X/ @Leonita_Lestari)
Peradaban Kesultanan Jambi yang hilang. (X/ @Leonita_Lestari)

 

SketsaNusantara.id - Di sudut provinsi Jambi, tersembunyi sebuah kisah sejarah peradaban yang tak boleh pudar dari ingatan: Kesultanan Jambi.

Kesultanan Melayu Islam ini berdiri kokoh sejak tahun 1460, di tengah hutan lebat dan perairan yang mengelilingi Jambi.

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube TaksakaSeta, berawal dari Datuk Paduko Berhalo dan Putri Selaras Pinangmasak, kerajaan ini tumbuh menjadi kekuatan yang disegani di Nusantara.

Baca Juga: Pemandian Tak Pernah Kering, Candi Umbul di Magelang Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Namun, titik balik besar terjadi pada tahun 1615 ketika seorang pangeran dari Kedah naik takhta dan bergelar Sultan Abdul Kahar.

Di bawah kepemimpinannya, Kesultanan Jambi menjelma menjadi magnet kekuatan baru.

Pada tahun 1616, Pelabuhan Jambi melesat menjadi pelabuhan terkaya kedua di Sumatera, hanya tertinggal dari Aceh.

Baca Juga: Lokasi Kerajaan Tertua di Nusantara Ini Menjadi Kawasan IKN, Seperti Menghidupkan Kejayaan Masa Lalu

Puncaknya, pada tahun 1670, Jambi mampu berdiri sejajar dengan kerajaan-kerajaan besar seperti Johor dan Palembang.

Kesultanan ini mencatatkan namanya dalam sejarah melalui perdagangan lada yang menguntungkan.

Sejak pertengahan abad ke-16, penguasa Jambi merajut hubungan dagang dengan bangsa Portugis, Inggris, Belanda, serta pedagang dari Tiongkok, Melayu, Makassar, dan Jawa.

Baca Juga: Mengungkap Jejak Kerajaan Mataram Kuno di Situs Liyangan Purbosari Temanggung, Konon Pernah Luluh Lantak Karena Letusan Gunung Sindoro

Berkat monopoli perdagangan lada yang cerdik, Kesultanan Jambi menikmati kemakmuran luar biasa, dengan kebijakan ekspor yang bijaksana menambah pundi-pundi kekayaan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube TaksakaSeta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X