Minggu, 19 Juli 2026

Peradaban yang Hilang! Kemunduran Kesultanan Jambi, Ditekan oleh Johor dan Dihapus Hindia Belanda

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Kamis, 5 September 2024 | 10:00 WIB
Peradaban Kesultanan Jambi yang hilang. (X/ @Leonita_Lestari)
Peradaban Kesultanan Jambi yang hilang. (X/ @Leonita_Lestari)

Sultan Taha terpaksa melarikan diri, dan Belanda mengangkat Sultan Ahmad Nazaruddin sebagai penguasa boneka.

Meski Jambi masih mengendalikan ibu kota, kejayaan Kesultanan perlahan memudar.

Pada tahun 1904, tragedi besar melanda ketika Sultan Taha dibunuh oleh Belanda.

Baca Juga: Punya 7 Warna? Jujugan Terunik Peninggalan Kerajaan Cirebon yang Tersembunyi di Dalam Keraton, Warga Jomblo Wajib ke Sini

Dua tahun kemudian, pada tahun 1906, Kesultanan Jambi resmi dibubarkan oleh pemerintah Hindia Belanda, mengakhiri salah satu bab paling epik dalam sejarah Nusantara.

Jambi kemudian diubah menjadi keresidenan, menghapus identitas Kesultanan yang dulu pernah berjaya.

Islam dan Transformasi Sosial di Jambi

Selain dikenal sebagai pusat perdagangan, Kesultanan Jambi juga memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di wilayahnya.

Baca Juga: Mengulik Candi Klero yang Konon Merupakan Peninggalan dari Kerajaan Singasari di Semarang

Islam mulai menyebar di Jambi pada masa pemerintahan Datuk Paduko Berhalo dan Putri Selaras Pinangmasak.

Transformasi ini semakin kuat ketika Orang Kayo Hitam, yang memerintah dari tahun 1500 hingga 1515, mulai mengintegrasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Orang Kayo Hitam, tokoh visioner ini, tidak hanya membangun pemerintahan Islam, tetapi juga berhasil mengislamkan banyak bangsawan dan rakyat.

Baca Juga: Eksplorasi Petilasan Sri Aji Joyoboyo Peninggalan Kerajaan Kediri, Kini Jadi Wisata Sejarah yang Gaet Banyak Wisatawan

Tokoh-tokoh penting seperti Sunan Pulau Johor, Sunan Kembangsri, dan Sunan Muaropijoan adalah beberapa yang memeluk Islam dan membantu menyebarkannya di seluruh Kesultanan Jambi.

Di bawah kepemimpinannya, Jambi mengalami transformasi sosial yang mendalam, menjadikan Islam sebagai bagian integral dari identitas budaya masyarakatnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube TaksakaSeta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X