SketsaNusantara.id- Dwarapala dikenal sebagai sosok penjaga pintu yang diyakini dalam ajaran agama Hindu dan Buddha.
Melalui seni patung, dwarapala menjadi salah satu elemen penting pada sebuah bangunan keagamaan dan digambarkan dalam bentuk manusia atau monster yang menyeramkan.
Biasanya, dwarapala diletakkan di bagian luar candi, kuil atau bangunan lainnya yang difungsikan sebagai pelindung bagi suatu tempat suci atau keramat berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.
Jika di Pulau Jawa dan Bali, arca dwarapala terlihat berbadan gemuk dengan posisi tubuh setengah berlutut serta menggenggam senjata gada.
Dwarapala juga dapat ditemukan di negara lain seperti Kamboja dan Thailand.
Arca penjaga di sana justru berperawakan lebih langsing dengan posisi tubuh tegak lurus dan memegang sebuah gada di tengah tepat di antara kedua kakinya.
Arca tersebut dijadikan figur penjaga keraton di dalam budaya Jawa, contohnya dapat ditemukan di gerbang masuk Keraton Yogyakarta dan gerbang Kamandungan Lor Keraton Surakarta.
Arca Dwarapala terbesar di Pulau Jawa terdapat di Singosari yang dibangun dengan bahan batu andesit utuh dan tingginya mencapai 3,7 meter.
Jumlah arca dwarapala tergantung dari besar kecilnya suatu bangunan suci atau kuil yakni hanya sendirian, sepasang, atau berkelompok.
Bangunan suci yang ukurannya kecil hanya mempunyai satu dwarapala, sedangkan yang ukurannya besar bisa diletakkan sepasang dan berkelompok.
Artikel Terkait
Ditemukan Moster Laut di Pasuruan? Misteri Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit, Setiap Sudutnya Punya Filosofi
Kaya akan Relief dan Simbol-simbol, Inilah Candi Penataran Peninggalan Kerajaan Kediri
Inilah Kondisi Candi Wringin Branjang yang Dipercaya Tempat Menyimpan Alat dari Era Majapahit, Tak Miliki Hiasan Relief ?
Kisah di Balik Dibangunnya Situs Candi Songgoriti oleh Utusan Mpu Sindok di Era Mataram Kuno Jawa Timur, Berhubungan Kuat dengan Sumber Air?
Inilah Awal Penemuan Situs Candi Pamotan Kabupaten Sidoarjo, Ternyata Begini Kondisinya