Senin, 20 Juli 2026

Inilah 9 Peninggalan Penting di Area Situs Karangkamulyan yang Berasal dari Era Kerajaan Galuh, Ada Pemandian Putri Raja!

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Jumat, 11 Oktober 2024 | 22:00 WIB
Situs Karangkamulyan di wilayah Ciamis, Jawa Barat. (instagram.com/@malamuseum)
Situs Karangkamulyan di wilayah Ciamis, Jawa Barat. (instagram.com/@malamuseum)

SketsaNusantara.id- Situs Karangkamulyan merupakan salah satu situs kuno yang berlokasi di Desa Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat.

Situs Karangkamulyan diketahui sebagai peninggalan dari masa kekuasaan Kerajaan Galuh yang bercorak Hindu-Sunda.

Kawasan di sekitar Situs Karangkamulyan ini terletak di dalam area hutan lindung dan juga pertemuan antara Sungai Cimuntur dengan Sungai Citanduy.

Baca Juga: Kisah dan Misteri yang Terselip di Situs Pemandian Tertua 'Cibulan', Konon Dihuni Ikan Jelmaan...

Perlu diketahui bahwa Situs Karangkamulyan tersebut menerapkan pola kelipatan tiga di dalam susunan bangunannya.

Kemudian Situs Karangkamulyan ini memiliki 9 temuan yang disinyalir sebagai peninggalan penting dari zaman Kerajaan Galuh di masa lampau berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.

Peninggalan penting itu seperti Batu Pangcalikan, Panyabungan, Hayam, Sanghyang Bedil, lambang Peribadatan, Cikahuripan, Panyandaan, Pamangkonan, Makam Adipati Panaekan, serta tumpukan batu Sri Begawat Pohaci.

Baca Juga: Inilah Awal Penemuan Situs Candi Pamotan Kabupaten Sidoarjo, Ternyata Begini Kondisinya

Mengenai Batu Pangcalikan mempunyai luas lahan sebesar 25 m² dengan pagar pembatas yang terbuat dari batu setinggi 60 cm dan lebarnya 80 cm.

Selanjutnya Panyabungan Hayam adalah sebuah tanah yang lapang dimana isi didalamnya berupa batu datar dan menhir.

Cikahuripan dan Pamangkonan sendiri merupakan sebuah bangunan berbentuk persegi dan memiliki dinding yang terbuat dari batu.

Baca Juga: Kisah di Balik Dibangunnya Situs Candi Songgoriti oleh Utusan Mpu Sindok di Era Mataram Kuno Jawa Timur, Berhubungan Kuat dengan Sumber Air?

Pada bagian area Cikahuripan tersebut juga ditemukan mata air yang katanya digunakan sebagai tempat mandi para putri raja dari Kerajaan Galuh.

Sanghyang Bedil dan Panyandaan adalah bangunan yang memiliki bentuk persegi dan di depan pintu masuknya ada tambahan batu.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: P2k.stekom.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X