Minggu, 19 Juli 2026

Misteri Tersembunyi Pada Situs Kuno Candi Klodangan di Berbah Sleman, Ternyata Begini Kondisinya Sekarang

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Selasa, 1 Oktober 2024 | 21:34 WIB
Candi Klodangan Era Kerajaan Mataram Kuno. (instagram.com/@lensazahara)
Candi Klodangan Era Kerajaan Mataram Kuno. (instagram.com/@lensazahara)

SketsaNusantara.id- Candi Klodangan adalah salah satu situs kuno yang saat ini berupa bangunan dengan susunan balok-balok batuan putih (tuff).

Lokasi Candi Klodangan ini berads di Dusun Klodangan, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta.

Menariknya, letak Candi Klodangan ini berdiri di kompleks pertengahan persawahan dan tersembunyi dari jalan, serta di bagian belakang perkampungan.

Baca Juga: Inilah Candi Kadisoka yang Tersembunyi di Dataran Kewu dengan Akses Sulit dan Menantang, Begini Kondisinya Sekarang...

Pendirian situs kuno tersebut diperkirakan dari abad ke-9 atau ke-10 Masehi yang artinya pada masa kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno dan kemungkinan ditinggalkan sebelum candi selesai dibangun.

Selain itu ada dugaan lain bahwa Candi Klodangan belum selesai dibangun karena terkena bencana erupsi Gunung Merapi, sehingga terpaksa ditinggalkan.

Sekarang yang tersisa dari Candi Klodangan ini adalah pondasi dan dinding bawah yang memiliki berbentuk bujur sangkar.

Baca Juga: Ragam Relief Pada Candi Simping yang Dikenal Sebagai Situs Kuno Era Majapahit, Konon Digunakan Sebagai Makam Raden Wijaya

Ada tumpukan batu yang bentuknya tidak terlalu jelas pada bagian utara serta selatan.

Pada awal ditemukannya situs kuno tersebut, posisi bangunan berada di bawah permukaan tanah sekitar 1,2 meter.

Banyak hal yang membuat Candi Klodangan menyisakan misteri dan tanda tanya karena belum dapat diidentifikasi secara jelas yang dikutip SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.

Baca Juga: Tempat Pelarian Prabu Brawijaya V, Candi Dukuh di Semarang Ini Terletak di Atas Bukit Pinggir Rawa Pening

Salah satunya adalah corak Candi Klodangan yang hingga sekarang belum dapat diketahui, entah sebagai candi Buddha atau candi Hindu.

Bahkan, tidak ada tanda-tanda ditemukannya pendukung candi yang mendukung seperti relief, arca, ataupun prasasti.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: P2k.stekom.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X