Rabu, 24 Juni 2026

Kisah dan Misteri yang Terselip di Situs Pemandian Tertua 'Cibulan', Konon Dihuni Ikan Jelmaan...

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Rabu, 9 Oktober 2024 | 19:30 WIB
Potret objek wisata pemandian Cibulan di Kuningan. (instagram.com/@amoy106)
Potret objek wisata pemandian Cibulan di Kuningan. (instagram.com/@amoy106)

SketsaNusantara.id- Cibulan merupakan salah satu objek wisata pemandian air dingin di kawasan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Perlu diketahui bahwa Pemandian Cibulan ini termasuk menjadi objek wisata tertua di Kuningan.

Peresmian Pemandian Cibulan sendiri telah diresmikan sejak 27 Agustus 1939 oleh Bupati Kuningan pada masa itu yang bernama R.A.A. Mohamand Achmad.

Baca Juga: Inilah Awal Penemuan Situs Candi Pamotan Kabupaten Sidoarjo, Ternyata Begini Kondisinya

Objek wisata pemandian air dingin ini memiliki dua kolam besar yang berbentuk persegi panjang.

Setiap kolamnya juga dihuni oleh puluhan ikan dengan warna abu-abu kehitaman yang bernama kancra bodas atau ikan dewa (Tor douronensis).

Ikan Dewa ternyata merupakan sejenis ikan yang dikeramatkan oleh penduduk yang tinggal di Desa Manis Kidul karena diyakini memiliki keistimewaan tertentu.

Baca Juga: Kisah di Balik Dibangunnya Situs Candi Songgoriti oleh Utusan Mpu Sindok di Era Mataram Kuno Jawa Timur, Berhubungan Kuat dengan Sumber Air?

Meskipun keseluruhan kolam di sana ditinggali puluhan jenis ikan kancra bodas atau ikan dewa, namun kolam Cibulan juga dibuka sebagai pemandian umum.

Kolam Pemandian Cibulan juga menyimpan beberapa kisah yang hingga sekarang masih dipercaya oleh kalangan masyarakat Desa Maniskidul dan Kuningan berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.

Konon katanya, ikan dewa hidup di dalam kolam Cibulan tersebut adalah jelmaan dari para prajurit yang membangkang atau tidak setia saat era kekuasaan Prabu Siliwangi.

Baca Juga: Inilah Keadaan Candi Morangan, Situs Hindu yang Berasal dari Masa Kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno, Ternyata Punya Hal Unik Ini!

Prajurit-prajurit yang membangkang itupun dikutuk oleh Prabu Siliwangi dan akhirnya mereka berubah menjadi ikan.

Bahkan, masyarakat setempat meyakini kalau ikan dewa yang menghuni kolam itu sejak dahulu hingga sekarang tidak mengalami penambahan maupun pengurangan jumlah.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: P2k.stekom.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X