Kamis, 4 Juni 2026

Fungsi Pendirian Candi Penampihan Sejak Era Kerajaan Mataram Kuno, Konon Saat Diresmikan Digelar Acara Ini...

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Kamis, 3 Oktober 2024 | 20:30 WIB
Situs Candi Penampihan di Tulungagung. (instagram.com/@pesonakitatulungagung)
Situs Candi Penampihan di Tulungagung. (instagram.com/@pesonakitatulungagung)

SketsaNusantara.id- Candi Penampihan adalah salah satu candi warisan budaya dari era Kerajaan Mataram kuno yang berorak Hindu.

Lokasi Candi Penampihan ini berada di lereng Gunung Wilis, Dusun Turi, Desa Geger, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung.

Pendirian Candi Penampihan sendiri diperkirakan terjadi pada tahun 820 Saka atau sekitar 898 Masehi dimana saat itu Kerajaan Medang atau Mataram Kuno sedang berkembang.

Baca Juga: Disebut Sebagai Death Monument di Sumatera Selatan, Inilah Candi Peninggalan Hindu Terbesar di Luar Pulau Jawa

Kemudian tentang penamaan Penampihan tersebut diketahui berasal dari Bahasa Jawa "Nampi" yang artinya Penerimaan atau menerima.

Tetapi kabarnya ada dua versi arti yakni diantara kata penolakan dan penerimaan yang bersyarat.

Fungsi bangunan yang terletak di Tulungagung ini digunakan sebagai candi pemujaan dengan tiga tahapan (teras) yang dipersembahkan untuk Dewa Siwa.

Baca Juga: Misteri Tersembunyi Pada Situs Kuno Candi Klodangan di Berbah Sleman, Ternyata Begini Kondisinya Sekarang

Konon katanya, peresmian Candi Penampihan tersebut dilakukan dengan menggelar pertunjukkan Wayang (ringgit) yang dikutip SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.

Waktupun terus berjalan, berbagai peristiwa terjadi dimana ada banyak pergolakan perpolitikan kerajaan mulai dari abad ke-9 hingga ke-14 Masehi, candi itu dipakai untuk bertemu dan memuja Tuhan, Sang Hyang Wenang.

Pada kompleks candi juga ditemukan arca diantaranya Arca Siwa dan Arca Dwarapala, namun sekarang beberapa sudah hilang dan rusak.

Baca Juga: Inilah Candi Kadisoka yang Tersembunyi di Dataran Kewu dengan Akses Sulit dan Menantang, Begini Kondisinya Sekarang...

Selain Arca, ada sebuah prasasti kuno bernama Prasasti Tinulat yang bertuliskan huruf Pallawa dengan stempel lingkaran dibagian atasnya.

Berdasarkan penuturan juru kunci Candi Penampihan Bu Winarti, prasasti itu menceritakan tentang nama-nama raja Balitung, tokoh Mahesa Lalatan, serta seorang putri dari Kerajaan Kediri yang konon bernama Putri Kilisuci.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: P2k.stekom.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X