Letak kekuasaannya yang strategis menjadikan Salakanagara menjadi tempat pemberhentian bagi perahu dan kapal-kapal yang melintas dan juga memberikan upeti kepada Dewawarman.
Siapa saja raja-raja yang pernah memerintah di Kerajaan Salakanagara?
Kerajaan Salakanagara dikenal sebagai salah satu kerajaan tertua di Nusantara, yang berdiri dengan Raja pertama yang memerintah adalah Dewawarman I, yang memerintah dari tahun 130 hingga 168 M.
Di bawah kepemimpinannya, Salakanagara menjadi pusat pemerintahan yang penting, dengan Rajatapura sebagai ibukotanya
Setelah Dewawarman I, kerajaan ini dipimpin oleh beberapa raja lainnya, termasuk Dewawarman II dan Dewawarman III.
Dewawarman II memerintah dari tahun 168 hingga 208 M, dan dilanjutkan oleh Dewawarman III yang memerintah hingga tahun 248 M.
Masing-masing raja ini berkontribusi pada perkembangan dan stabilitas kerajaan, meskipun informasi mengenai mereka tidak sebanyak raja pertama
Raja terakhir yang tercatat dalam sejarah Salakanagara adalah Dewawarman VIII, yang memerintah dari tahun 348 hingga 362 M.
Di bawah kepemimpinannya, kerajaan ini mengalami masa-masa penting dalam sejarahnya, meskipun detail mengenai pemerintahannya lebih sedikit dibandingkan dengan pendahulunya.
Masa Transisi Salakanagara
Namun seperti kerajaan-kerajaan lainnya, Salakanagara juga mengalami masa transisi dimana setelah berkuasa selama 232 tahun, kerajaan ini akhirnya diserang oleh kerajaan-kerajaan yang juga sudah berdiri.
Salah satu kerajaan yang menyerang adalah Kerajaan Tarumanegara sehingga kerajaan ini mengalami kemunduran.
Artikel Terkait
20 KM Tersembunyi dalam Kabut Waktu, Kerajaan di Lampung ini Punya Kemiripan dengan Sriwijaya
3 Raja Kerajaan Sunda yang Mendapatkan Gelar Mulia, Ada yang dari India Selatan
Bukan Hanya Kesultanan Mataram Yogyakarta, 2 Kerajaan di Nusantara ini Masih Bertahan di Zaman Sekarang
Peradaban Tertua di Riau, Apa Saja Bukti Peninggalan Kerajaan Kandis? Gak Nyangka Ada Ini di Atas Bukit
3 Fakta Kerajaan Sriwijaya, Peradaban Misterius di Pulau Sumatera, Punya Harta Karun yang Mewahnya di Luar Nalar?