Dalam buku disebutkan bagaimana Letjen S Parman diculik dengan sejumlah pria berseragam lengkap hingga akhirnya dibunuh dan jasadnya dibuang ke Lubang Buaya bersama 5 jenderal dan seorang perwira pertama Angkatan Darat yakni Lettu Pierre Tendean.
Sebelum meninggal, Letjen S Parman pun sempat berfirasat ketika meninggalkan pesan pada istrinya untuk menguburkannya di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.
Beberapa hari sebelumnya, Letjen S Parman juga mengajak Sumirahayu berjalan-jalan dan memberikan foto berbingkai pada istri tercintanya itu sebagai peninggalan terakhir baginya.
Hingga peristiwa penculikan dan pembunuhan itu terjadi, Letjen S Parman bersama korban G30S PKI lainnya disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Suasana prosesi pemakaman pada 5 Oktober 1965 itu terasa sangat dramatis dan tragis karena pada hari itu rencananya akan digelar peringatan ulang tahun ke-20 ABRI secara besar-besaran, tetapi yang terjadi adalah pemakaman sebagian besar pimpinan Angkatan Darat.
Jenderal Nasution yang kala itu menyampaikan pidato tak kuat menahan tangisnya begitu pula dengan Presiden Soekarno,
Salim Said juga menuliskan bagaimana suasana dalam ruangan tempat para jenazah dibaringkan yang dipenuhi dengan suara isak tangis dari anak dan istri para jenderal yang dimakamkan.
Menurut pengakuan Salim Said, tangis yang terdengar sangat memilukan adalah tangisan Ny. Sumirahayu ketika Letjen S Parman dimakamkan.
"Jenderal Parman adalah suami kedua Ibu Parman. Tangisnya terasa pilu karena suami pertamanya juga tewas di tangan kaum komunis pada Pemberontakan di Madiun tahun 1948," kata Salim Said dalam bukunya.
Kesedihan mendalam pun selalu dirasakan Ny. Sumirahayu sepeninggal Letjen S Parman, terlebih pada malam minggu yang menjadi momen khusus bagi keduanya untuk meluangkan waktu bersama
Sesibuk apapun Letjen S Parman menjalankan tugasnya untuk negara, ia selalu meluangkan waktu untuk sang istri yang menjadi kenangan pilu bagi Sumirahayu.
Tiap malam minggu Sumirahayu sesekali menangis teringat Letjen S Parman dan terkadang didatangi dalam mimpi meski ia tahu bahwa sang suami tak akan kembali untuk selama-lamanya.***
Artikel Terkait
Meski Sudah Menjadi Jenderal, Soeharto Tidak Masuk Daftar Sasaran saat Peristiwa G30S PKI?
Salah Satu Tokoh yang Paling Diincar pada Peristiwa G30S PKI karena Ketegasannya, Inilah Profil Letjend S Parman
Menjadi Salah Satu Korban Kekejaman G30S PKI, Begini Kronologi Meninggalnya Letjen S Parman Yang Mengenaskan di Lubang Buaya
Daftar 6 Fakta Letjen S Parman Pahlawan Revolusi dalam Tragedi G30S PKI: Jenderal Intelijen hingga Kempetai Jepang
Rumah Letjen S. Parman di Mana? Begini Nasib Tempat Tingggal Pahlawan Revolusi yang Jadi Saksi Bisu Kekejaman G30S PKI, Kondisinya...