Senin, 13 Juli 2026

Diperkirakan Dibangun Pada Abad Ke-15, Peninggalan Candi Surowono dari Kerajaan Kediri yang Bercorak Hindu

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Senin, 16 September 2024 | 21:15 WIB
Kondisi Candi Surowono (Instagram/@dewinurcahyani)
Kondisi Candi Surowono (Instagram/@dewinurcahyani)

SketsaNusantara.id – Ada banyak peninggalan sejarah dari Kerajaan Kediri yang belum diketahui banyak orang.

Kerajaan Kediri memiliki banyak peninggalan sejarah yakni berupa Prasasti Kamulan, Prasasti Ngantang, hingga Candi Penataran yang paling terkenal.

Terdapat sebuah candi lainnya yang mungkin belum diketahui banyak orang yaitu bernama Candi Surowono.

Baca Juga: Dibangun oleh Raja Sanjaya di Tahun 732, Inilah Candi Gunung Wukir Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Situs Candi Surowono adalah salah satu peninggalan sejarah dan kini menjadi objek wisatawan.

Candi ini memiliki keunikan tujuh terowongan di tempat yang berbeda. Di terowongan candi tersebut, para wisatawan bisa menikmati panorama bawah tanah di masing-masing terowongan tersebut.

Diketahui, Candi Surowono menyimpan sebuah sejarah dari Raja Wengker yaitu adalah seorang raja bawahan ketika masa pemerintahan Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Hayam Wuruk.

Baca Juga: Muncul Sekitar Tahun 1800-an, Inilah Candi Klotok Peninggalan Kerajaan Kediri untuk Bertapa

Bangunan dari candi ini berukuran 8 x 8 meter dan dibuat sekitar tahun abad ke-15 atau 1400 Masehi.

Dilansir dari laman kominfo.jatimprov.go.id oleh SketsaNusantara.id, Candi Surowono merupakan peninggalan yang bercorak Hindu dan digunakan sebagai pendharmaan dan tempat bersuci Bhre Wengker.

Pada Kitab Negarakertagama diceritakan bahwa biasanya pendharmaan dilakukan setelah 12 tahun raja meninggal setelah upacara Srada.

Baca Juga: Dibangun Abad Ke-9, Inilah Candi Banyunibo di Sleman Yogyakarta, Ini Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Dijuluki 'Si Sebatang Kara'

Pada tahun 1338 Masehi, Raja Wengker atau Bhre Wengker meninggal atau 12 tahun sebelum Candi Surowono dibangun dan candi ini berhiaskan relief di seluruh bangunan.

Candi ini berdenah bujur sangkar dengan ukuran 7,8 meter x 7,8 meter serta tingginya 4,72 meter. Relief pada candi ini menceritakan tentang cerita Arjuna Wiwaha, Bubhuksah, Gagang Akting, dan Sri Tanjung.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: kominfo.jatimprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X