SketsaNusantara.id - Siapa sangka, pernikahan beda agama pernah terjadi pada zaman kerajaan di Nusantara.
Pernikahan beda agama ini juga disebut-sebut sebagai pemersatu 2 dinasti besar di Jawa, yakni Dinasti Sanjaya dan Syailendra.
Bahkan, pernikahan beda agama tersebut diyakini sebagai pemersatu Kerajaan Mataram Kuno.
Pernikahan Rakai Pikatan dengan Pramodhawardhani merupakan salah satu momen pertama perkawinan beda agama seperti dikutip SketsaNusantara.id dari situs Kebudayaan Kemdikbud.
Rakai Pikatan adalah pangeran dari dinasti Sanjaya yang beragama Hindu Syiwa.
Sementara Pramodhawardhani berasal dari wangsa Syailendra yang memeluk agama Budha aliran Mahayana seperti dinukil dari buku Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia (1973) karya R.Soekmono.
Sebelumnya, pada masa Kerajaan Mataram Kuno, terdapat 2 dinasti besar yang berpengaruh kala itu yakni Sanjaya dan Syailendra.
Pernikahan Rakai Pikatan-Pramodhawardhani pun menjadi momen bersatunya 2 dinasti besar pada masa Mataram Kuno.
Keduanya diperkirakan menikah pada tahun 832 Masehi.
Baca Juga: Dibangun Pada Abad ke-9, Inilah Candi Gunung Sari Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno di Magelang
Setelah pernikahan keduanya, toleransi agama di Kerajaan Mataram Kuno pun menguat.
Artikel Terkait
Jomblo Wajib ke Sini! Candi Plaosan, Bukti Romantisme Cinta Mpu Manuku dari Dinasti Sanjaya kepada Istri, Pramodhawardhani
Inilah Kisah di Balik Candi Merak yang Tersembunyi di Daerah Klaten, Tak Terkenal namun...
Masuk Salah Satu Peninggalan Bercorak Budha dari Masa Kerajaan Mataram Kuno, Benarkah Candi Ini Berfungsi untuk Asrama?
Dibangun Pada Abad ke-9, Inilah Candi Gunung Sari Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno di Magelang
Terdapat 4 Patung Singa yang Mirip corak Hindu, Inilah Candi Ngawen di Magelang Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
Ditemukan Sekitar Tahun 1813, Inilah Candi Sojiwan di Klaten yang Dibangun sebagai Penghormatan dari Raja Dyah Balitung